Masyarakat Pangkal Niur Sepakat Tolak Aktivitas Tambang Timah

kasmirudin
Masyarakat Pangkal Niur Sepakat Tolak Aktivitas Tambang Timah
Masyarakat Desa Pangkal Niur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka menolak kegiatan penambangan timah (TI) di kawasan Sunor Lestari. (Foto: Ist)

BANGKA, BABELREVIEW.CO.ID -- Masyarakat Desa Pangkal Niur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka menolak kegiatan penambangan timah (TI) di kawasan Sunor Lestari, yang terletak di Desa Pangkal Niur.

Alasan masyarakat bahwa kawasan Sunor Lestari merupakan situs peninggalan para pendahulu atau pendiri Desa Pangkal Niur. Lokasi ini juga memiliki cerita dan sejarah yang berkaitan dengan Desa Pangkal Niur.

Penolakan terhadap aktivitas penambangan ini dituangkan dalam kesepatakan hasil musyawarah seluruh stakeholder di Desa Pangkal Niur, yang dilaksanakan pada 25 September 2019. Sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan di kawasan Sunor Lestari. Selain membuat surat pernyataan bersama, masyarakat yang dimotori Karang Taruna Desa Pangkal Niur melaksanakan kegiatan peduli lingkungan, Minggu (29/9/2019).

“Kami menolak aktivitas tambang di Sunor Lestari. Kita tahu betul kerusakan ekosistem akibat aktivitas tambang ini akan sulit diperbaiki lagi. Mumpung belum parah, kami masyarakat Pangkal Niur menolak aktvitas pertambangan jenis apapun di kawasan Sunor Lestari,” ujar Pengurus Karang Taruna Desa Pangkal Niur, Deby Nasrullah.

Deby Nasrullah yang juga Direktur BUMDes Pangkal Niur ini berharap, melalui aksi perduli masyarakat tersebut, maka kawasan Desa Pangkal Niur akan mampu dijaga kelestariannya. Pasalnya, kata Deby, kelestarian lingkungan ini berkaitan erat dengan mata pencaharian dan keberlangsungan hidup masyarakat Pangkal Niur.

“Kedepan kita ada rencana mengembangkan sektor pariwisata desa. Kita juga akan terus melakukan pembangunan ekonomi kemassyarakatan yang berbasis pertanian dan kelautan. Karena itu kita menolak pertambangan, karena kita yakini akan menghancurkan potensi sumber daya alam Desa Pangkal Niur,” tukas Deby.

Menurut Deby, aksi peduli lingkungan Sunor Lestari melibatkan Pemdes Pangkal Niur, BPD, nelayan, tokoh masyarakat, Karang Taruna, dan elemen-elemen masyarakat. Serta ikut juga berpartisipasi MAPALA (Kopasas IAIN SAS Babel, Genpi), Pramuka (Dewan Kerja Ranting Riau Silip) dan perwakilan Nelayan Desa Pusuk.

Kawasan Sunor Lestari merupakan sumber rezeki para nelayan untuk mencari nafkah. Mayoritas masyarakat Desa Pangkal Niur serta nelayan sudah mulai resah dan terganggu dengan adanya aktivitas tambang yang berada di seberang perbatasan wilayah Sunor Lestari. Nelayan sangat resah dikarenakan tambang timah ilegal  yang sudah mulai dengan cara sembunyi-sembunyi atau diam-diam bekerja di Sunor Lestari pada saat malam hari.

“Sehingga kami berinisiatif untuk mengajak warga dan elemen masyarakat terkait, untuk bersama-sama menjaga dan menggali potensi yang ada di wilayah sunor lestari. Supaya kedepan bisa kita angkat sebagai tempat pariwisata yang mana bisa menjadi mata pencarian yang baru untuk masyarakat Desa Pangkal Niur,” ungkapnya.

Sikap Karang Taruna Desa Pangkal Niur ini disukung penuh oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pangkal Niur.

Kepala Desa Pangkal Niur, Agustino mengatakan bahwa kawasan Sunor Lestari dan Pulau Kianak sekarang ini sedang gencar-gencanya diincar oleh para penambang illegal.

“Insya Allah tetap kami dukung dan masyarakat juga mendukung terhadap penolakan aktivitas tambang di Sunor Lestari ini. Kedepan di lokasi ini akan kita libatkan juga dinas-dinas terkait misalnya Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan untuk saling membantu menggali potensi yang bisa dikembangkan di daerah tersebut,” ujar Agustino.

Hal sama dirasakan anggota BPD Pangkal Niur Achyar Rani. Menurutnya, kegiatan peduli Sunor Lestari untuk saling menjaga tentang pentingnya lingkungan.

“Berkaitan dengan kegiatan peduli lingkungan sangat baik, kita perkenalkan kepada generasi muda dan kalangan muda apa lagi kita melibatkan dari Mapala, Pramuka dan semua elemen yang ada di Pangkal  Niur, termasuk desa-desa seputaran dan sebagainya juga hadir. Jadi untuk katagori kegiatan ini sangat bermanfaat lagi untuk menjaga lingkungan seputaran Desa Pangkal Niur utamanya Sunor dan Kianak,” tukas Achyar. (BBR)


Penulis  : Ahada
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review