Mau Tahu Sejarah Peleburan Timah Bangka? Datang ke Museum Timah Muntok

kasmirudin
Mau Tahu Sejarah Peleburan Timah Bangka? Datang ke Museum Timah Muntok
Museum Timah Muntok. (ifoto:Fierly)

MUNTOK, BABELREVIEW.CO.ID -- Bangka Belitung merupakan daerah kepulauan yang terkenal dengan sumber daya alamnya seperti bijih timah, yang menjadi primadona. Tak ayal penambangan bijih timah jadi salah satu mata pencaharian masyarakat Babel. Meski timah sangat familiar di telinga masyarakat Bangka Belitung, tapi tak banyak yang mengetahui, bagaimana awalnya tambang timah muncul di Bangka Belitung? Bagi temen-temen yang penasaran mungkin dapat mencari jawabannya di Museum Timah Muntok.

Semua mengenai pertimahan Bangka Belitung bisa didapatkan di Museum Timah Indonesia Muntok. Museum yang terletak di wilayah barat Pulau Bangka tersebut, menyimpan cerita panjang tentang usaha pertambangan timah.

Penulis buku  ’’Sejarah Timah’’ Tedjo Sujitno, mengungkapkan bahwa selain di Muntok, saat ini Pulau Bangka memiliki museum lain di Pangkalpinang. Meski namanya sama-sama Museum Timah Indonesia, namun ada perbedaan besar di antara keduanya.

“Museum di Muntok terdapat galeri peleburan timah yang luasnya separo dari keseluruhan bangunan museum. Sedangkan museum yang di Pangkalpinang sebagai information center-nya,’’ kata Tedjo saat ditemui di Pangkalpinang, belum lama ini.

Pria berusia 82 tahun ini, bisa dibilang saksi sejarah yang memperjuangkan keberadaan Museum Timah di Pulau Bangka. Kepeduliannya terhadap sejarah pula yang mendorongnya untuk menulis buku sejarah timah, hingga dicetak beberapa kali edisi, termasuk memperjuangkan keberadaan museum di Pulau Bangka.

 ’’Latar belakang saya bukan sejarawan, bukan pula penulis. Tapi karena belum ada yang menulis sejarah timah Indonesia, maka saya melakukannya. Terkait museum, saya harap ke depannya selain di Muntok dan Pangkalpinang, akan ada juga di area Bangka yang lain,’’ ujarnya.

Sejarah tentang timah, kata Tedjo, perlu diketahui oleh masyarakat luas, terutama masyarakat Bangka.  ’’Kalau mengaku cinta Bangka, ya cintai juga sejarahnya,’’ ucapnya singkat.

Bangunan Museum Muntok dulunya berfungsi sebagai kantor divisi pertimahan Belanda, sempat diambil alih oleh tentara Jepang. Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan setinggi tiga lantai ini sempat terabaikan. Beberapa bagian bangunan bahkan ada yang lapuk dan runtuh.

Setelah dilakukan upaya konservasi oleh PT Timah Tbk, hingga akhirnya kini Museum Timah Muntok kembali berdiri megah dan terbuka untuk masyarakat umum. Di dalam museum yang dilapisi cat warna putih itu, bisa ditemukan berbagai replika alat-alat pertambangan timah, alat tenun, atribut prajurit masa perang dunia kedua, serta disediakannya tayangan audio visual terkait peristiwa-peristiwa bersejarah.

Terdapat total sembilan galeri di museum ini. Galeri pertama menyajikan sejarah Bangka dan Muntok. Galeri kedua menerangkan tentang sosial budaya Muntok. Galeri ketiga tentang sejarah Perang Dunia II di Muntok.

Galeri keempat menceritakan sejarah pengasingan Bung Karno di Muntok. Galeri kelima berisikan seputar geologi dan eksplorasi. Galeri keenam dan ketujuh menginformasikan tentang sejarah pengetahuan penambangan darat dan laut. Galeri kedelapan berisi pengetahuan peleburan timah, dan terakhir atau galeri kesembilan yaitu sarana dan prasarana kreasi anak zaman.

Di ruang Galeri Geologi dan Eksplorasi serta Galeri Tambang Darat dan Tambang Laut, dipamerkan peta pertambangan timah di dunia dan Indonesia. Alat untuk mengukur kandungan timah, alat pemetaan wilayah, jenis-jenis timah mentah, dan alat eksploitasi timah.

Hanya ada dua tempat di Indonesia yang memiliki kandungan timah besar yakni Karimun dan Kundur di Kepulauan Riau serta Bangka-Belitung. Di Galeri Peleburan Timah dijelaskan sejarah peleburan logam dari masa ke masa. Peleburan timah pertama di dunia terjadi di Turki pada tahun 1.500 SM, ketika seseorang mencampurkan tembaga dan timah menjadi perunggu.

Peleburan timah di Bangka telah berlangsung mulai abad ke-10. Ruangan ini menjabarkan dengan detail proses peleburan bijih timah di PT Timah dan beberapa sampel timah olahan siap jual.

Dalam Galeri Sarana Prasarana memamerkan foto-foto lama kota Muntok Tempo Doeloe, termasuk peta Kota Tua Muntok. Galeri Bung Karno menampilkan foto ketika Bung Karno dan kawan-kawan diasingkan ke Muntok. Termasuk miniatur Wisma Ranggam dan Wisma Menumbing, gedung tempat tokoh-tokoh diasingkan di Muntok. (BBR)


Penulis  : Diko                                       
Editor    : Kasmir 
Sumber  :Babel Review