Media Sosial Jadi Saingan Ombudsman, Yozar: Lebih Aman Laporkan ke Ombudsman

Ahada
Media Sosial Jadi Saingan Ombudsman, Yozar: Lebih Aman Laporkan ke Ombudsman
Ngubrol Asyik BBR terkait peayanan publik bersama Kepala Perwakilan Ombudsman Bangka Belitung Shulby Yozar Ariadhy, di halman Musem Timah Pangkalpinang Bangka Belitung, Rabu (20/1/2021). (firly/babelreview)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Dalam kehidupan sehari-hari sebagian masyarakat kita sering membenarkan kebiasaan, bukan membiasakan yang benar.

Hal yang sama juga sering terjadi dalam perspektif pelayanan publik. Karena hal tersebut sudah sering jadi kebiasaan, akhirnya masyarakat menjadi tidak peduli dan cenderung memaklumi, sehingga penyelenggaraan pelayanan publik menjadi tidak berkualitas.

Persoalan ini menjadi salah satu topik obrolan Babel Review bersama Kepala Perwakilan Ombudsman Babel periode 2021-2025, Shulby Yozar Ariadhy SIP MPA MSc, Rabu (20/1/2021).

Bertempat di halaman Museum Timah di Jalan A Yani Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, BBR mengupas berbagai hal terkait pelayanan publik bersama Kaper Ombudsman Babel yang baru dilantik pada Senin 4 Januari 2021 ini.

"Salah satu contoh pelayanan publik yang salah, namun dianggap benar oleh sebagian masyarakat ialah parkir liar yang memakan badan jalan dan marak di berbagai pusat keramaian. Karena acuh dan menganggap hal tersebut sebagai hal yang biasa, maka banyak masyarakat kita yang rela membayar lebih dari yang seharusnya, dan membiarkan pelanggaran tersebut terus terpelihara dan menjadi kebiasaan.  Bagaimana Ombudsman Babel menyikapi hal ini," tanya Bangdoi Ahada, Pemimpin Redaksi Babel Review.

Bang Yozar, begitu sapaan akrab Shulby Yozar Ariadhy ini, tidak menampik adanya pandangan sebagian masyarakat tersebut. Meski salah, namun pandangan tersebut, kata Yozar, masih banyak melekat pada sebagian masyarakat Bangka Belitung.

"Hal ini memang harus menjadi perhatian kita bersama. Idealnya masyarakat berkontribusi aktif untuk menegakkan aturan. Jika melihat atau merasakan adanya pelanggaran terhadap aturan pelayanan publik, masyarakat bisa datang ke ombudsman," ujarnya.

Dikatakan Yozar, persoalan pengawasan pelayanan publik ini tentu tidak bisa dilimpahkan kepada ombudsman semata, masyarakat bisa berkontribusi dalam menciptakan pelayanan publik yang berkualits.

Kemajuan teknologi komunikasi saat ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi Ombudsman. Sebagian masyarakat sekarang ini lebih senang menyelesaikan persoalan pelayanan publik yang mereka keluhkan melalui media sosial.

Mereka berkeyakinan dengan mengunggah persoalan di media sosial, maka persoalan tersebut bisasanya langsung mendapatkan respon dari masyarakat atau netizen.

Biasanya persoalan keluhan warga ini bisa cepat selesai. Karenanya masih banyak masyarakat tidak memilih Ombudsman sebagai perwakilan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan pelayanan publik ini.

"Akan lebih bijak jika masyarakat membawa persoalan pelayanan publik ke ranah yang aman, yaitu melaporkan ke Ombudsman. Sebab persoalan media sosial ini bisa jadi berdampak positif bagi warga, namun bisa juga berdampak negatif. Jika tidak tepat menggunakan media sosial, warga tersebut bisa tersangkut UU ITE, ujungnya berpekara hukum," ujar Yozar.

Namun, kata Yozar, jika masyarakat membawa persoalan ini ke Ombudsman, maka jati diri mereka bisa aman, dan persoalan bisa selesai. Hanya saja, diakui Yozar, proses di Ombudsman perlu waktu dan tidak instan.

"Mungkin karena waktu inilah yang membuat sebagian masyarakat kita memilih media sosial sebagai saluran," tukasnya.

Berbagai keberhasilan Ombudsman Babel selama kurun waktu 8 tahun ini juga menjadi topik Ngobrol Asyik BBR bersama Kaper Ombudsman Babel Yozar. Termasuk juga program dan sinergitas Ombudsman kedepan bersama stakeholder di Bangka Belitung ini.

Dalam masa kepemimpinan empat tahun ini, Yozar bertekad untuk menjadian Ombudsman lebih dekat lagi dengan masyarakat Bangka Belitung.

Ombudsman Babel tidak hanya menunggu laporan masyarakat, namun akan lebih aktif menjemput bola terhadap persoalan pelayanan publik di Bangka Belitung.

"Doakan kami agar tetap istiqomah menjalankan amanah ini. Dan tentunya, mimpi saya Ombudsman Babel ke depan bisa lebih disukai lagi oleh masyarakat sebagai wakil mereka dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Bangka Belitung," tutup Yozar. (BBR)
Laporan: @hada