Melepas Senja Di Pantai Indah Batu Bedaun, Membuat  Wisatawan Lupa Akan Pulang

Ahada
Melepas Senja Di Pantai Indah Batu Bedaun, Membuat  Wisatawan Lupa Akan Pulang
Pantai Indah Batu Bedaun, hanya berjarak sekitar lima kilometer dari Kota Sungailiat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Foto: @hada/babelreview)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Perlahan namun pasti, matahari beranjak menuju peraduannya.

Warna merah jingganya tak mampu lagi menerangi indahnya Pantai Indah Batu Bedaun, yang terletak di Kota Sungailiat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Butiran putih yang siang tadi berkilatan, menjelang petang semakin redup seiring sinar Matahari yang makin menghilang.

Matahari boleh saja pergi ke peraduannya, namun desiran angin pantai yang mengiringi butiran ombak menepi, masih menjadi teman setia wisatawan yang betah bercengkerama di bibir pantai.

Melepas senja di Pantai Bedaun, kini banyak dipilih warga Sungailiat dan sekitar.

Sembari melepas senja, pengunjung bisa berjalan-jalan  di sepanjang garis pantai.

Sambil sesekali bermain dengan butiran halus pasir putih pantai dan mengejar kerang kecil yang mulai masuk ke lobang-lobang peristirahatan mereka.  

Bagi anak-anak dan remaja, tersedia kolam renang yang berbatasan langsung dengan laut.

Sembari berenang, mereka bisa melihat langsung ombak bekerjaran hingga ke bibir pantai.  Sementara diufuk barat, mentari terus bergerak meninggalkan Pantai Batu Bedaun.

Meski warna langit yang mulai gelap, namun masih saja terlihat wisatawan bermain dengan buih ombak yang pecah di bibir pantai.

Seolah tak mempengaruhi mereka, manakala matahai terus pergi menghilang dari tatapan  Pantai Indah Batu Bedaun.

Cahaya yang meredup, menjadikan beberapa wisatawan mengabadikan suasana romantis di pinggir pantai tersebut.

Sinaran lampu yang baru saja dihidupkan pengelolah Pantai Indah Batu Bedaun menjadi pengganti sinar matahari yang siang tadi mampu membuat wisatawan tak berani berlama-lama berjemuran.

Pondok-pondok tempat bersantai yang dibangun di pinggir pantai, menjadi tempat beristirahat sementara sebagian wisatawan yang  menunggu malam.

"Kami sengaja berlibur ke sini. kabar dari teman di sini, katanya Pantai Batu Bedaun sudah berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Ternyata benar sudah indah seperti ini," ujar Subarkat, wisatawan dari Jakarta.  

Bersama istri, dua anak dan kedua orang tuanya, Subarkat menginap di Hotel Pantai Indah Batu Bedaun. Hotel dua tingkat ini tepat menghadap laut Pantai Indah Batu Bedaun.

Hotel ini semakin eksotis, manakala di bagian tingkat dua berupa bangunan berbahan kayu.

Bagaikan rumah panggung yang hadir di tengah-tengah kawasan berpasir.

Desiran angin pantai  sangat terasa seakan menari-nari bersama keceriaan penghuni hotel.

Suasana ini semakin membuat asyik dan nyaman para wisatawan yang menginap di hotel Pantai Indah Batu Bedaun.

Sebetulnya, Batu Bedaun bukan tempat yang asing bagi Subarkat dan keluarga. Sekitar tahun 2000 an, orang tua Subarkat pernah bertugas di Sungailiat.

Namun setelah pensiun 10 tahun lalu, keluarga Subarkat kembali ke Jakarta, dan menetap di Ibu Kota Negara RI tersebut.

"Setelah 10 tahun lalu, baru sekali ini kami ke Bangka. Kebetulan ayah saya rindu dengan Kota Sungailiat yang pernah menjadi tempat kami tinggal. Atas info teman-teman di sini, mereka rekomendasikan menginap di Batu Bedaun ini," tukas Subarkat.

Bagi Subarkat dan beberapa wisatawan yang datang ke Pantai Batu Bedaun, mengaku banyak perubahan yang terjadi di pantai yang bersebelahan dengan Tongachi ini.

Semakin malam, pengunjung semakin ramai berdatangan. Kebetulan malam itu adalah malam minggu, sehingga tak heran jika tamu berdatangan ingin menikmati dinginnya terpaan angin Pantai Batu Bedaun. 

Senja memang telah lepas dari langit pantai. Tetapi keindahan pantai ini tetap bisa dinikmati dengan sinaran lampu di pondok-pondok pinggir pantai.

Selain cafe yang berdiri di sisi pantai, wisatawan bisa saja menikmati aneka  makanan di pondok maupun tenda-tenda yang di pasang pengelolah di pinggir pantai.

Menggunakan kursi dan meja kayu, makin membuat eksotis para wisatawan yang sedang menikmati beragam menu sea food racikan Cafe Pantai Batu Bedaun.

Seperti restoran sea food lainnya yang banyak berdiri di Kota Sungailiat, cafe ini juga menyediakan makanan khas sea food. Selain aneka ikan bakar, cafe ini juga tidak ketinggalan menyediakan lempah kuning, yang merupakan makanan khas Bangka.

Bersama cah kankung terasi, sambal terasi dan aneka lalapan, cap cay dan goreng tepung cumi dan udang, telah mampu membakar  selera makan pengunjung.

Soal harga jangan jadi masalah, karens masih terjangkau, masih mampu ditanggung kantong-kantong para wisatawan.

Apalagi jika dibandingkan kenikmatan menyantap hidangan di bawah temaram lampu, dan dentuman ombak, rasanya harga yang dibandrol begitu berbalas dengan kebahagiaan para pengunjung.

Tidak banyak pantai di Pulau Bangka yang memiliki keindahan seperti  Pantai Indah Batu Bedaun.

Aroma romantis cafe dan hotel yang dimiliki Pantai Indah Batu Bedaun, menyatu dan berirama dengan ombak pantai yang sesekali mampir hingga ke sisi cafe dan restoran.  

"Bagi yang belum ke sini, lokasi wisata ini harus dicoba lah," ujar Subarkat.

Bagi para wisatawan lokal, tentunya lokasi Pantai Indah Batu Bedaun ini sudah sangat familiar. Lokasinya bisa ditemui setelah Pantai Tongaci dan sebelum Pantai Parai Tenggiri.

Dari pusat Kota Sungailiat berjarak sekitar 5 kilometer saja. Sementara bagi wisatawan luar Pulau Bangka.

Jarak lokasi ini dari Kota Pangkalpinang, sebagai pusat datangnya para wisatawan, hanya berjarak 37 kilometer saja.

Dari Bandara Depati Amir Bangka, wisatawan bisa langsung menuju Kota Sungailiat menggunakan mobil sewaan, taxi ataupun mobil pribadi.

Dari Bandara Depati Amir hanya sekitar 32 kilometer tiba di Kota Sungailiat. Setelah itu melaju sekitar 5 kilometer lagi menuju Pantai Batu Bedaun.

Belum percaya betapa indahnya melepas senja di Pantai Indah Batu Bedaun? Buktikan saja, baru Anda bisa menilai. (BBR)

Laporan: @hada