Meluruskan Apa Itu Zona Hitam?, Begini Penjelasan Lengkap Satgas Covid-19 Pangkalpinang

Ahada
Meluruskan Apa Itu Zona Hitam?, Begini Penjelasan Lengkap Satgas Covid-19 Pangkalpinang
ilustrasi. (ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Menyikapi beragam pertanyaan dan tanggapan masyarakat luas terkait status Kota Pangkalpinang sebagai Zona Hitam, akhirnya Satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang buka suara.

Mewakili Satgas Covid-19, Koordinator Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Kota Pangkalpinang, Sarbini menjelaskan bahwa Zona Hitam yang dikategorikan pada suatu daerah tidak seyogianya diberikan, karena memang tidak ada istilah zona hitam, sebagaimana yang dikembangkan oleh Gugus Tugas atau Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 maupun Komite Penangan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN).

Tim Ahli Epidemiologi dan Informatika Gugus Tugas maupun Kepala Departemen Epidemiologi Kesehatan Masyarakat FK UI pernah menyampaikan bahwa berdasarkan 15 Indikator utama penentu zonasi yang mencerminkan tingkat kerawanan Covid 19, hanya ada 4 (empat) Zonasi.

Begini penjelasannya:

1. Zona Hijau ketika sudah tidak ada lagi kasus baru dan kemungkinan transmisinya kecil, mencakup juga wilayah yang tidak pernah terdampak, tidak ada penambahan kasus baru dalam 4 minggu terakhir dan angka kesembuhan mencapai 100%.

2. Zona Kuning; adalah zona daerah resiko rendah dalam arti ada kasus baru tapi sedikit, kemungkinan transmisi masih ada. Dan jika menggunakan 15 indikator, maka skornya berada di rentang 2,5 – 3,0.

3. Zona Oranye jika jumlah kasus yang ada sudah relative banyak, ada penularan yang lebih luas dengan skor kisaran 1,9 – 2,4.

4. Zona Merah adalah jika kasus baru yang ditemukan sangat banyak, penularan meluas sangat cepat dan trendnya masih cenderung mendaki. Zona ini resiko paling tinggi dengan skor antara 0 – 1,8.

Selanjutnya dipertegas lagi oleh Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono MSc yang menyatakan bahwa sesungguhnya istilah Zona Hitam itu tidak ada.

"Zona Hitam sebenarnya merah yang menggambarkan kasusnya banyak, transmisi virus covid 19nya mengancam penduduk," ujar Sarbini, yang juga merupakan Kepala Dinas Kominfo Kota Pangkalpinang ini. 

Dijelaskan Sarbini, sepertinya kita tidak belajar dari Kota Surabaya yang sudah lebih dulu pro kontra dengan munculnya warna hitam peta zonasi Covid 19 pada Situs Resmi Pemvrop Jawa Timur.

Pro kontra yang begitu tajam baru mereda setelah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa menegaskan bahwa tidak ada warna hitam pada zonasi Covid 19, yang ada adalah warna merah sekali jika kasusnya kisaran 500an dan merah tua jika kasusnya sudah melebihi 2000 kasus.

Hal yang serupa terjadi di Kota Solo yang sempat dijuluki Zona Hitam secara lebih menyeramkan karena termasuk Presiden pun dilarang pulang kampung, tetapi kemudian diklarifikasi bahwa itu tidak benar karena sesungguhnya lebih merujuk kepada masyarakat yang terlalu abai dengan protocol kesehatan.

Demikian juga DKI Jakarta pernah ramai dengan istilah Zona Hitam dan terakhir Kota Manado yang bermunculan pesan berantai hal yang sama, tapi semua dibantah bahwa itu tidak benar alias hoaxs.

Munculnya reaksi...

  • Halaman
  • 1
  • 2