Memaksimalkan Pendapatan UMKM Bangka Belitung agar Siap Berdaya Saing di Pasar Internasional

kasmirudin
Memaksimalkan Pendapatan UMKM Bangka Belitung agar Siap Berdaya Saing di Pasar Internasional
Niken Dwi Ramadhani (Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, UBB).

USAHA Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mewujudkan stabilitas ekonomi nasional. UMKM memiliki undang-undang tersendiri yaitu Undang-Undang Nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008, UMKM memiliki kriteria sebagai berikut :

1 Usaha Mikro, yaitu usaha produktif milik`orang perorangan atau badan usaha milik perorangan yang memenuhi kriteria yakni :

 Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha memiliki hasil penjualan            tahunan paling banyak Rp 3000.000.000 (tiga ratus juta rupiah)

2. Usaha Kecil, yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak               perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha   besar yang memenuhi kriteria yakni :

Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak         termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan               paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).

3. Usaha Menengah, yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak         perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar         yang memenuhi kriteria :

  Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta`rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)           tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah)           sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, pada tahun 2018 UMKM mampu memberikan konstribusi sebesar 60, 34 persen terhadap PDB nasional, memperluas lapangan kerja bagi jutaan tenaga kerja, dan mampu berperan sebagai stabilitator ekonomi dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi global.

Bangka Belitung memiliki beberapa sektor yang memiliki peluang besar dalam meningkatkan pendapatan perekonomian babel, salah satunya adalah Pariwisata. Yang kita ketahui destinasi wisata babel sekarang sudah mulai dikenal luas. Tidak hanya wisatawan lokal, tetapi turis mancanegara juga berkunjung untuk sekedar menikmati pesona pantai - pantai maupun objek wisata lainnya. Inilah kesempatan pelaku UMKM mendorong untuk lebih agresif, kreatif dan inovatif dalam mempromosikan produknya. Tetapi harus produk lokal tentunya, misalnya menyediakan oleh - oleh khas Bangka Belitung yang bisa menjadi buah tangan untuk wisatawan, seperti contohnya getas, kericu, sirup jeruk kunci, rusip, kain cual dan oleh - oleh khas Bangka lainnya. Agar produk lokal dari UMKM Babel dapat dikenal masyarakat luas maupun turis mancanegara yang diharapkan mendorong perekonomian Bangka Belitung dan mampu bersaing di pasar internasional. (BBR)


 

Penulis : Niken Dwi Ramadhani (Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, UBB)

Editor   : Kasmir

Sumber : Babel Review