Memutus Mata Rantai Covid-19, Tim Gustu Covid-19 Pemkab Bangka Pasang Gelang Pemantau Pasien OTG

Ibnuwasisto
Memutus Mata Rantai Covid-19, Tim Gustu Covid-19 Pemkab Bangka Pasang Gelang Pemantau Pasien OTG
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bangka, Boy Yandra SKM. MPH. (Foto.Ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Adanya peningkatan pasien Covid-19 di Kabupaten Bangka, Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Bangka bersama dengan Dinas Kesehatan Bangka berupaya untuk memutus mata rantai pandemi wabah virus corona dengan melaksanakan pemasangan kepada orang tanpa gejala (OTG).

Menurut, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bangka, Boy Yandra SKM. MPH semua orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan 3 pasien positif Covid-19 seperti MI, MIK dan BSN akan dilakukan pemasangan gelang pantau.

"Jadi dengan sudah dipasangnya gelang pantau kepada pasien OTG, maka kapanpun  kita dapat memantau keadaan atau kondisi pasien tersebut. Dan dari ketiga pasien positif Covid-19 dari Kabupaten Bangka itu semua berawal statusnya OTG," ujarnya, Senin (4/5/2020).

Yang perlu diwaspadai adalah pasien OTG ini kondisi fisiknya sehat dan bugar, yang tidak memberikan tanda-tanda apapun dan ini harus segera diantisipasi. Dan pelaksanaan pengambilan swab hari ini dilakukan dan dikhususkan bagi orang yang pernah kontak dengan MI, MIK dan BSN.

Berikut jumlah yang pernah melakukan kontak dengan MI adalah di Merawang ada 3 orang, Pemali 9 orang. Untuk teman kerja BSN di PT. A ada sebanyak 9 orang, jadi total yang dilakukan pengambilan swab hari ini ada 21 orang.

"Saat pertama kali dilakukan pemeriksaan swab terhadap 7 orang yang kerja di PT. A hanya BSN yang hasilnya positif Covid-19. Dan masih ada 9 orang lagi di PT. A tersebut yang belum dilakukan pengambilan swab," terangnya.

Dan untuk hari selanjutnya pihaknya akan melakukan pengambilan swab yang kedua kepada 9 orang lainnya yang pernah melakukan kontak langsung dengan MIK.

"Dan kita sudah menerima sebanyak 400 gelang pemantau yang diberikan oleh BPBD Provinsi Bangka Belitung. Dan perlu saya sampaikan untuk ruang isolasi bertekanan negatif yang ada di RSUD Depati Bahrain Sungailiat sudah 90 persen untuk tahap persiapan dan ada sebanyak 16 ruang isolasi biasa yang telah disiapkan. Mari kita berdoa bersama semoga kasus pasien Covid-19 di Bangka Belitung khususnya di Kabupaten Bangka tidak ada lagi," harapnya.

Ia menegaskan jika untuk memutuskan mata rantai penularan virus corona atau Covid-19 ini merupakan tanggung jawab bersama. Dan harus bentuk kerjasama antara yang satu dengan yang lainnya.

"Saya menghimbau agar masyarakat harus selalu menggunakan masker seketika beraktivitas di luar rumah, jaga jarak, cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, dan yang terkahir jangan lupa berdoa," tutup Boy Yandra. (BBR)


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review