Menag Tetapkan Babel Jadi Embarkasi Haji Antara, Jawarno: Mulai Berlaku Untuk Pemberangkatan Haji Tahun 2020

Ahada
Menag Tetapkan Babel Jadi Embarkasi Haji Antara, Jawarno: Mulai Berlaku Untuk Pemberangkatan Haji Tahun 2020
Rapat Koordinasi Persiapan Embarkasi Haji Antara Provinsi Bangka Belitung oleh Komisi IV DPRD Babel dengan Kemenag Babel dan unsur terkait lainnya, bulan Maret 2020 lalu. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID--Kabar gembira bagi masyarakat Bangka Belitung umumnya, terkhusus kepada calon jemaah haji Bumi Serumpun Sebalai.

Pasalnya terhitung pelaksanaan haji tahun 1441 H/2020 M, Babel resmi memiliki embarkasi haji dengan status embarkasi haji antara.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 393 Tahun 2020.

Selain Bangka Belitung, SK yang ditandatangani oleh Menteri Agama RI Fachrul Razi tertanggal 9 April 2020 tersebut, juga menetapkan tiga bandara embarkasi lainnya yakni Gorontalo, Lampung dan Bengkulu.

Ketua Komisi IV DPRD Bangka Belitung, H Jawarno SIP, kepada BBR, Selasa (12/05/2020) mengatakan, perjuangan menjadikan Bangka Belitung sebagai embarkasi haji cukup panjang dan berliku.

"Ini buah dari kerja keras segenap pihak, khususnya Gubernur Babel, Kemenag Babel juga kawan-kawan di Komisi IV DPRD Babel yang juga membidangi masalah keagamaan," ungkap Jawarno.

Dengan memiliki embarkasi haji sendiri, lanjut Jawarno, jemaah haji asal Babel tak perlu lagi diinapkan di Asrama Haji Palembang.

"Selama ini jemaah haji kita diberangkatkan melalui Embarkasi Palembang dan harus menginap di Asrama Haji Palembang. Maka mulai tahun ini jemaah haji kita diberangkatkan melalui Embarkasi Babel. Hanya saja karena statusnya embarkasi haji antara, maka kita tetap ke Palembang dulu untuk ganti pesawat, dan terus ke Jeddah. Tapi tak lama nunggu, paling dua hingga tiga jam," ujar Jawarno.

Lebih lanjut dikatakan Jawarno penetapan Babel sebagai bandara embarkasi haji antara dalam upaya meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kemudahan pelayanan transportasi udara bagi jemaah haji asal Babel.

Terkait hal tersebut, kata Jawarno,  Bandara Embarkasi Haji Antara Babel berwenang melakukan pelayanan customs, immigration, and quarantine (CIQ).

Dengan demikian, pemeriksaan calon jamaah haji terkait dengan bea cukai, imigrasi, dan karantina sudah bisa dilakukan sejak di bandara asal.

Jawarno menambahkan, dengan penetapan ini, Pemerintah Provinsi Babel bertanggung jawab terhadap pemberangkatan calon jemah haji Babel ke Bandara Embarkasi Haji Palembang.

"Sebaliknya, pemprov juga bertanggung jawab terhadap pemulangan jamaah haji dari Bandara Debarkasi Haji Palembang ke Bandara Debarkasi Haji Antara Babel,” tandas Jawarno.

Jawarno berharap, dengan ditetapkannya  Embarkasi Haji Babel ini,  pihak Kemenag Babel selaku  penyelenggara haji harus terus berbenah. Terutama soal layanan dan fasilitas asrama hajinya. (BBR)
Laporan: Ichsan Mokoginta Dasin