Menang Gugatan Class Action Di pengadilan Negeri Sungailiat, Ini Pesan Humas PT. BAA Ke Pemerintah Daerah

Ibnuwasisto
Menang Gugatan Class Action Di pengadilan Negeri Sungailiat, Ini Pesan Humas PT. BAA Ke Pemerintah Daerah
Humas PT. Bangka Asindo Agri, Sulaiman (kanan) dan Ketua RT. 05 Kenanga, Jamhir (kiri). (Foto.Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Pengadilan Negeri Sungailiat menolak seluruh gugatan class action yang diajukan tergugat oleh sebagian masyarakat Kenanga yang menggugat perusahaan pengolahan tepung tapioka PT. Bangka Asindo Agri, Senin (20/7/2020).

Dan pada sidang putusan tersebut, ratusan warga Kenanga yang mendukung PT. BAA turut hadir untuk secara langsung putusan gugatan yang di pimpin oleh Majelis Hakim, Fatimah SH MH.

Pada kesempatan tersebut, Ketua RT. 05 Kenanga, Jamhir yang mendukung keberadaan PT. BAA mengucapkan rasa syukur karena majelis hakim memutuskan tidak sah gugatan class action yang dilayangkan oleh sebagian masyarakat Kenanga.

"Saya sangat peduli dan mendukung sepenuhnya sejak berdirinya perusahaan. Menurutnya saya dengan adanya PT. BAA sangat bermanfaat sekali bagi mayoritas masyarakat Kenanga. Dan saya sendiri tidak tahu pola pikir masyarakat yang menggugat perusahaan ini," tegasnya.

Dengan rasa gembira, ia mengatakan jika banyak tetangganya tertolong dengan adanya perusahaan. Dia mengharapkan kedepannya masyarakat harus kompak dan bersatu untuk mendapatkan kesejahteraan.

"Kita ingin pabrik ini dapat berjalan seperti biasanya tanpa adanya masalah di sana sini. Semoga kedepan perusahaan dapat memberikan warna lain bagi kehidupan masyarakat yang di Bangka, khususnya bagi masyarakat Kenanga," ujarnya.

Sementara itu, Manager Humas, PT. Bangka Asindo Agri, Sulaiman menuturkan bahwa kondisi saat ini bukan bicara akan kalah atau menang. Karena dengan kondisi saat ini yang begitu sulit diharapkan dengan adanya perusahaan dapat menjadi ekonomi kerakyatan bagi para petani.

"Jadi di PT. BAA ini dapat menampung hajat hidup ribuan petani dan masyarakat, khususnya warga Kenanga yang mengalami dampak langsung. Saat ini sedang menghadapi resesi global yang lebih hebat dari tahun sebelumnya, sekarang resesi pangan dan kemiskinan sudah didepan mata kita. Jadi kita harus bersama-sama untuk meningkatkan hidup," jelasnya.

Ditegaskannya, jika PT. BAA adalah sebagai salah satu contoh ekonomi kerakyatan yang multiplayer efeknya yang sangat besar bagi masyarakat. Jika dalam setahunnya terdapat ribuan orang yang tergantung kepada perusahaan.

"Jadi kita sebenarnya tidak memikirkan adanya pro dan kontra, mari kita bersama-sama membangun taraf hidup masyarakat Bangka. Dan untuk masalah limbah, kita tetap akan perbaiki terus. Selain itu pemerintah daerah harus melihat hal ini, buatlah program yang mendukung pertanian di Bangka. Dengan kondisi saat kasihan dengan para petani, karena untuk menjual singkong saja harus mengantri berhari-hari. Seharusnya semua pabrik pengolahan tepung tapioka yang ada di Bangka ini kapasitas produksinya harus dimaksimalkan," tutupnya.


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review