Mencari Pemimpin Inovatif via Kampanye Kreatif

Kasmirudin
Mencari Pemimpin Inovatif via Kampanye Kreatif
Fahmi Prayoga

PILKADA serentak 2020 sudah di depan mata. Kampanye pilkada kali ini terasa sangat berbeda dengan momen pilkada sebelumnya. Kondisi pandemi covid-19 yang belum usai membuat hegemoni dari pilkada agaknya sedikit berkurang. Karena, sudah tidak asing lagi bahwa biasanya menjelang pilkada seperti saat ini akan ada konser, kampanye akbar, dan lain sebagainya. Kalau sekarang? Anda tentu sudah bisa menjawabnya.

Pertemuan tatap muka harus mengutamakan media daring. Apabila tak dapat dilakukan dengan daring, maka baru kemudian boleh dilakukan pertemuan fisik dengan macam-macam pembatasan yang tentunya bertujuan untuk menerapkan protokol kesehatan. Hal ini membuat para kandidiat dituntut untuk melakukan kampanye kreatif, agar seluruh gagasan yang mereka bawa tersampaikan dengan optimal kepada warga. Kampanye kreatif yang dilaksanakan oleh masing-masing kandidat akan menunjukkan bagaimana mereka memahami pandemi yang masih terjadi dengan tetap menyesuaikan seluruh aktifitasnya melalui penerapan protokol kesehatan.

Revolusi industri 4.0 telah mengubah banyak hal di dunia yang membuat segala lini kehidupan kita menjadi berbeda dari era sebelumnya. Belum sempat kita menyesuaikan diri dengan sempurna terhadap berbagai perubahan yang sangat cepat tersebut pandemi justru hadir di tengah kita semua di seluruh dunia. Adaptasi perubahan pada situasi yang baru perlu dilakukan oleh setiap elemen masyarakat. Kebutuhan inovasi dalam organisasi termasuk pemerintah daerah akan menghasilkan fokus baru pada peran pemimpin dalam membentuk karakter dan ekosistem kreatif.

Pandemi Covid-19 masih belum kita ketahui kapan akan berakhir. Dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat akan menjadi PR bagi kandidat terpilih dalam pilkada serentak nantinya. Komitmen para kandidat terhadap pengendalian penyebaran virus dan pemulihan dampak sosial ekonomi harus menjadi pertimbangan warga dalam memutuskan pilihannya. (BBR)


Penulis : Fahmi Prayoga (Peneliti dan Analis Kebijakan Publik

 SmartID Insitute for Development and Governance Studies)

Editor   : Kasmir