Mengenal Geopark Belitung

Admin
Mengenal Geopark Belitung
Foto :(Vera Vlesia)

BELTIM, BABEL REVIEW – Geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsurunsur geologi termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada didalamnya. Berbagai potensi warisan geologi Pulau Belitung dikembangkan yang arahnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Status geopark dari sebuah kawasan geologi sangat berpotensi meningkatkan daya tarik suatu destinasi wisata. Tentunya investasi memainkan peranan strategis bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Pentingnya peranan tersebut membutuhkan kerjasama semua pihak agar percepatan pembangunan geopark Belitong dapat tercapai.

 “Peranan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah sangat menentukan untuk percepatan geopark Belitong guna mendapatkan pengakuan dari UNESCO,” kata Bobby selaku staf ahli Kementerian Perekonomian dalam diskusi pengelolaan pengembangan geopark Belitong yang berlangsung di ruang rapat Bupati Beltim, baru-baru ini.

Geopark Belitong difokuskan pada formasi batuan yang terdapat di dalamnya, di mana terdapat 40 geosite yang memerlukan pengelolaan termasuk geosite unggulan antara lain Open Pit di Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur dan Tanjung Siantu, Pantai Tanjung Tinggi, Pantai Tanjung Kelayang Kabupaten Belitung.

Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza mengatakan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur sangat mengapresiasi dan mensuport pengembangan geopark Pulau Belitong  karena tak banyak daerah yang memiliki kesempatan yang sama. “Kami sekaligus berkomitmen untuk mengembangkan kawasan  geopark berdasarkan prinsip  konservasi edukasi pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Tentu dalam mengembangkan kawasan geopark tidaklah mudah karena menyangkut manajemen kawasan, di mana terdapat status kepemilikan lahan oleh masyarakat, swasta atau instansi lain, adanya perizinan usaha lain, termasuk dalam kawasan lindung lain, belum ada legalitas nomenklatur kawasan geopark yang dapat menggabungkan kepentingan kegiatan konservasi, edukasi, kegiatan ekonomi yang berbasis warisan geologi, ekologi dan budaya.

Tantangan lain dalam pengelolaan yakni sulit menentukan pihak mana yang paling bertanggungjawab dalam pengelolaan Geopark, belum menemukan bentuk kelembagaan yang tepat untuk mengelola kawasan geopark, memerlukan pembiayaan besar untuk penyediaan infrastuktur kepentingan jangka menengah maupun panjang, memerlukan kegiatan untuk peningkatan kapasitas masyarakat lokal, memerlukan kerjasama antar daerah dalam perencanaan dan pengembangannya serta SDM lokal yang dituntut memiliki kompetensi keahlian.

Faktor kemampuan keuangan daerah yang terbatas juga pembinaan dan pengawasan menjadi faktor-faktor dalam mempengaruhi pengembangan geopark. Badan pengelola geopark Belitong yang terbentuk melalui Peraturan Bersama Bupati Belitung dan Bupati Belitung Timur Nomor 8. Dan Nomor 9 tanggal 24 Februari 2017 berkomitmen untuk mengembangkan potensi warisan geologi Pulau Belitung dalam konsep pengembangan sebagai “Geopark Pulau Belitong” untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 Pentingnya sinergitas dari semua pihak menjadi faktor pendukung suksesnya pengelolaan pengembangan Geopark. Unsur-unsur tersebut mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, tokoh pengusaha nasional/tokoh nasional, Yayasan Institut Teknologi Bandung (ITB), para ahli disiplin ilmu,  organisasi profesi, pelaku pariwisata hingga masyarakat.

Tim percepatan yang melibatkan pemangku kepentingan tugasnya tidak mudah karena perannya antara lain membuat pedoman pengembangan geopark yang sesuai dengan karakter geologis masing-masing, membuat skema pengembangan geopark dengan manajemen pengelolaan yang professional dan melibatkan masyarakat lokal, membuat pedoman terkait dengan skema pengembangan ekonomi lokal yang harus diterapkan dalam geopark, membuat pedoman eduksi geologi yang dapat diterapkan dalam pengembangan geopark, menetapkan level perlindungan yang harus diterapkan dalam geopark, membuat pedoman perllindungan yang harus diterapkan, yang sesuai dengan tradisi lokal dan obligasi legislatif, menjadi sarana pertukanan informasi dan pengetahuan terkait dengan pengembangan dan pengelolaan geopark.

Masyarakat Provinsi Bangka Belitung perlu menyadari bahwa potensi alam bahkan kebudayaan yang terintegrasi di Pulau Belitung merupakan anugerah dan harus dikembangkan untuk kelestarian alam, pendidikan dan pemberdayaan serta kesejahteraan masyarakat karena Pulau Belitong adalah milik kita bersama, milik rakyat Indonesia. (BBR)


Penulis :Vera Vlesia
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview