Mengenal Vivian Gordon Bowden di Museum Timah Muntok

Admin
Mengenal Vivian Gordon Bowden di Museum Timah Muntok
Foto :(Budi susatyo)
 Vivian Gordon Bowden Foto: (Budi susatyo)
Vivian Gordon Bowden Foto: (Budi susatyo)

BANGKA BARAT, BABEL REVIEW -- Berkunjung ke Kota Muntok, tentu rasanya sayang jika melewatkan tempat yang satu ini. Bangunan dengan arsitektur Eropa setinggi 2 lantai bewarna putih itu di kenal sebagai Museum Timah Indonesia. Walaupun bernama Museum Timah, tetapi museum ini tidak hanya berisi tentang sejarah perkembangan penambangan timah semata.

Dari sembilan galeri yang disajikan, ada satu galeri yang paling menarik yakni Galeri Vivian Bullwinkel A Tragedy of 2nd World War. Terletak di galeri terakhir, Galeri Vivian Bullwinkel bercerita tentang korban Perang Dunia II yang ada di Muntok.“Komposisi galeri yang ada di museum timah Muntok 70 persen tentang sejarah teknologi timah dan 30 persen tentang sejarah kota Muntok, sosial budaya melayu, world war II, dan pengasingan pemimpin negara di Bangka,” kata Fakhrizal, Kepala Museum Timah Muntok Vivian Gordon Bowden Menjelang peringatan ke 76 mengenang 22 perawat Australia yang dibunuh di Pantai Radji pada 16 Februari 1942, Museum Timah Muntok mendapatkan sumbangan panel berisi biografi Vivian Gordon Bowden dari Pemerintah Australia yang nantinya akan dipajang di Galeri Vivian Bullwinkel.

Dalam sambutannya, Matthew Barclay, First Secretary Kedutaan Besar Australia, menyampaikan bahwa Kota Muntok mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan Australia. Dimana selain perawat yang dibunuh di Pantai Radji pada tanggal 16 Februari 1942, pada tanggal 17 Februari 1942 perwakilan Pemerintah Australia, Vivian Gordon Bowden, meninggal di Muntok.

Dan ia menjadi satusatunya Diplomat Australia yang terbunuh dalam perang Dunia II. Dalam rilis yang disampaikan oleh Kedubes Australia, Perwakilan Kedutaan Australia juga menyerahkan Penghargaan Vivian Gordon Bowden untuk dua mahasiswa Universitas Bangka Belitung, Nopa Laura dan Muhammad Abdul Kadir. Penghargaan pendidikan ini, yang mencakup biaya pendidikan dan hidup akan diberikan untuk dua mahasiswa setiap tahun selama tiga tahun. “Kami senang bisa mendukung para mahasiswa setempat untuk mengenang Vivian Gordon Bowden, yang meninggal secara tragis di Pulau Bangka dan Bangka memegang posisi sejarah yang penting bagi warga Australia,” kata Allaster Cox, Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia. (BBR)


Penulis :Budi Susatyo
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview