Menggali Sejarah Batin Tikal Di Bukit Nenek

Admin
Menggali Sejarah Batin Tikal Di Bukit Nenek
Foto:TIC Basel

BANGKA SELATAN, BABEL REVIEW – Terletak di Desa Gudang, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Bukit Nenek dikenal sebagai salah satu kawasan wisata sejarah yang cukup menarik di selatan Pulau Bangka ini. Bukit Nenek sendiri merupakan kawasan bukit dengan hamparan pepohonan rindang, dipercantik dengan keberadaan bebatuan besar. Dari atas bukit tersebut kita dapat melihat pedesaan seputaran bukit dan pemandangan alam nan indah. Bukit Nenek menyimpan cerita sejarah dan menjadi saksi perjuangan masa lalu.

Budayawan Basel, Kulul Sari mengatakan, ada indikasi bahwa Bukit Nenek merupakan tempat perjuangan Batin Tikal selama melawan penjajahan Belanda. “Batin Tikal bersembunyi dan bergerilya di Bukit Nenek dan sekitarnya. Tapi dalam catatan sejarah perjuangan beliau juga tercatat  ada beberapa wilayah di Bangka, diantaranya di Sungailiat,  Desa Bangka Kota hingga ke Sungaiselan dan beberapa daerah lainnya,” beber Kulul. Selain di Bukit Nenek, jejak Batin

Tikal juga ada di Desa Gudang yakni berupa potongan rambut dan keris, walaupun untuk keris masih diragukan asal-usulnya. Menurut Kulul jejak Batin Tikal khususnya di Desa Gudang perlu dikaji lagi. “Peran kami  dalam memperkenalkan Bukit Nenek adalah menghadirkan sejarahwan saat Festival Batin Tikal yaitu Pak Ahmad Elvian, Pak Prof.Dien Madjid, serta Pak Prof. Hatamarrasyid,” ujar Kulul. Diakuinya, Seminar dan Festival Batin Tikal  menjadi awal dikenalnya

Bukit Nenek oleh masyarakat umum. Sejak kegiatan tersebut digelar masyarakat mulai kenal dan berkunjung ke Bukit Nenek. Sebelumnya, tempat ini belum begitu dikenal oleh masyarakat sebagai kawasan pariwisata. “Saat ini hanya perlu sentuhan yang serius untuk pengembangan kawasan wisata sejarah Bukit Nenek agar berkembang lebih luas dan dapat menarik minat wisatawan,” tambahnya. Kulul bersyukur sejak awal dikenalnya Bukit Nenek sudah timbul kesadaran masyarakat untuk tidak mencorat-coret dan mengotori tempat

wisata ini. Hal ini menurut dia, salah satunya karena peran serta anggota dari pokdarwis KPPBN. “Kami selaku orang yang peduli sejarah dan budaya mengajak masyarakat untuk terus berbenah dan memelihara kawasan wisata ini, serta mengajak seluruh instansi pemerintah membantu mengembangkan kawasan wisata alam bukit ini agar dikenal dan dijadikan ikon wisata Kecamatan Simpang Rimba khususnya serta Bangka Selatan umumnya,” tandas Kulul. (BBR)


Penulis  : Andre
Editor    : Sanjay
Sumber : Babel Review