Mengintip Gurihnya jasa Penitipan Kue

Admin
Mengintip Gurihnya jasa Penitipan Kue
Foto: Sartika dan Pram

PANGKALPINANG,BABELREVIEW – Usaha kuliner merupakan salah satu jenis usaha yang menjajnikan margin keuntungan yang cukup besar.kebutuhan akan makanan  menjadikan bisnis ini tetap dicari setiap hari oleh konsumen,termasuk jenis kuliner kue.Sebagai jembatan antara pembuat kue dan konsumen,kini banyak bermunculan usaha jasa penitipan kue dimana setiap hari pemilik jasa penitipan menerima titipan kue dari para produsen untuk kemudian dijual kepada konsumen.Di tempat ini konsumen dapat memilih puluhan jenis kue secaa sekaligus.

“Dalam satu hari ada 3.000 kue yang dititipkan disini mungkin terdiri dari 40 jenis kue,” ungkap Hendrik (44).pemilik Toko Lopet yang cukup legendaris di kota Pangkalpinang.dari penjualan kue di tokonya ini ,Hendrik  mampu meraih omset sebesar Rp 3 juta setiap hari.”Jika ada pesanan dari kantor-kantor mungkin bisa lebih,” jelas Hendrik kepada Babel Review beberapa waktu lalu.

Toko Lopet yang terletak di depan kantor Timah Tbk ini dulunya dijalankan oleh orang tua Hendrik sejak tahun 1990.”Dulu orang tua saya mendirikan toko kelontong,lalu ibu-ibu yang berada di sekitar toko ini menitipkan kue-kue yang mereka buat,karena laku tukang-tukang kue yang lain ikut nitip juga .”jelas Hendrik.Sistem penitipan yang diterapkan oleh Hendrik adalah sistem konsinyasi dengan margin 80:20.”kalau margin yang di tetapkan adalah 80% untuk penitip dan 20% untuk kami.” Ungkap Hendrik.

Untuk memastikan agar konsumen benar-benar mendapatkan kue yang terbaik Hendrik menerepkan sistem seleksi untuk kue-kue yang  akan dititipkan di tokonya.”Kue yang dititip disini tidak boleh memiliki jenis yang sama dan harus memiliki rasa yang enak tentunya.” Tambah Hendrik. Untuk menjaga kualitas kue setiap pukul 11.00 wib kue akan disortir jika keadaan kue tidak lagi bagus maka kue tidak ditaruh di display lagi.

Usaha yang sama juga dilakukan oleh pasangan suami istri Edo dan Lisa yang membuka jasa penitipan kue di Jl Airitam Pangkalpinang.Bahkan Edo rela keluar perusahaan tempatnya bekerja agar dapat membantu istrinya mengelola usaha jasa penitipan kue milik mereka yang diberi nama kedai Kue Edo.

“Ada lebih dari 30 jenis kue yang di jual,mulai dari yang manis hingga yang asin.Diantaranya kue sus,donat,kelamai ubi,bolu kuku,serabi,pempek,pastel,resol,lemper,lepet dan masih banyak lainya.”jelas Edo.Usaha jasa penitipan kue milik Edo ini dirintis sejak tahun 2010 yang lalu.Bermodal perhiasan emas lima mata, Lisa isteri Edo yakin untuk memulai bisnis ini. Lisa rela bangun dini hari berkeliling kota Pangkalpinang untuk membeli langsung barang dagangan dari pembuat kue.Menginjak bulan kedua Kedai Kue Edo menambah jam berjualan hingga sore hari.”Agar menambah omset penjualan,saya menawarkan jasa terima pesanan kue untuk berbagai acara ke pembeli khsususnya yang berseragam baju dinas,” kata pemilik nama lengkap Jupriadi ini.

Perlahan tapi pasti,setelah 3 tahun usahanya berkembang jenis kue yang di jual semakin beragam dan kedai Edo pun diperluas, Terlebih dalam mensuplai barang dagangan ia tidakhanya menggunakan sistem beli putus untuk kue yang diangap laris,namun ia memberikan kesempatan bagi pembuat kue lain menitipkan kue di kedainya.”Bagi saya rezeki sudah ada yang mengatur,jadi kalau ada yang ingin menitipkan kue meski jenis kuenya sudah tersedia tetap saya perbolehkann.Toh justru banyak pilihan untuk pembeli,”imbuh Edo.

Berbicara omset,rata-rata dalam sehari penjualan kue Edo mencapai Rp 1 juta rupiah.Dengan margin keuntungan sebesar 25% dari harga jual. Keuntungan yang diperoleh perbulan berkisar Rp 5 juta rupiah di luar dari biaya listrik dan kantong plastik.(BBR)


Penulis :Sartika dan Pram
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview