Mengisi Masa Social Distancing Dengan Berburu Lokan di Pantai Koala

Ahada
Mengisi Masa Social Distancing Dengan Berburu Lokan di Pantai Koala
Guna menghibur diri, Risna dan keluarga memilih kegiatan mencari lokan (Nuis), memanfaatkan surutnya air laut di Pantai Koala, Jumat (15/5/2020). (Faisal/babelreview.co.id)
Guna menghibur diri, Risna dan keluarga memilih kegiatan mencari lokan (Nuis), memanfaatkan surutnya air laut di Pantai Koala, Jumat (15/5/2020). (Faisal/babelreview.co.id)
Guna menghibur diri, Risna dan keluarga memilih kegiatan mencari lokan (Nuis), memanfaatkan surutnya air laut di Pantai Koala, Jumat (15/5/2020). (Faisal/babelreview.co.id)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Sudah lama berdiam di rumah ternyata jenuh juga. Akhirnya berbagai cara dilakukan untuk menghilangkan rasa jenuh tersebut.

Contohnya yang dilakukan beberapa warga Kampung Meleset Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang ini.

Setelah lama mengikuti anjuran social distancing dan #DiRumahAja, akhirnya membuat sejumlah warga ini keluar.

Guna menghibur diri, mereka memilih kegiatan mencari lokan (Nuis), memanfaatkan surutnya air laut di Pantai Koala.

Lokasi ini berjarak lebih kurang 7 kilometer dari pusat Kota Pangkalpinang.

Salah satu Warga Kampung Meleset, Risna Sari mengatakan, ia bersama kelurganya sengaja mengisi waktu dengan kegiatan produktif mencari Lokan ketimbang berdiam diri  dirumah terus.

"Berdiam diri dirumah juga tidak baik, mencari lokan pun tidak sampai berkumpulan. Artinya kegiatan produktif ini tidak mengganggu himbauan social distancing yang dianjurkan pemerintah," kilahnya.

Dikatakannya, mencari lokan tidaklah perlu modal besar, cukup dengan peralatan dua bilah kayu dengan arit kecil yang disebut Tuis untuk menggali pasir, agar diperoleh hewan bercangkang tersebut serta wadah ember untuk menampungnya.

"Nuis ini adalah kegiatan produktif untuk mengisi waktu luang. Apalagi dalam kondisi wabah seperti ini yang berdampak terhadap krisis pangan, sehingga hasilnya bisa dijadikan lauk pauk," jelasnya.

Lebih lanjut, Risna mengatakan apabila hasil dari buruan kerang ini melimpah, sebagian hasilnya akan dijual kepada warga dengan harga dibawah harga pasar.

"Kegiatan ini mengisi waktu luang yang bermafaat. Untuk mencari kerang ini pun terbilang mudah-mudah sulit, dikarenakan kerang-kerang tersebut bersembunyi didalam pasir sehingga harus digali menggunakan tuis," pungkansnya. ( BBR)


Laporan: Faisal