Mengubah Sampah Menjadi Emas

Admin
Mengubah Sampah Menjadi Emas
Foto:Andre

BANGKA SELATAN, BABEL REVIEW -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan bekerjasama dengan PT Pegadaian (Persero) Cabang Pangkalpinang dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Lingkungan Hidup (DPKPLH) Bangka Selatan, mengajak masyarakat mengelola sampah untuk dijadikan barang bernilai ekonomis.

Pengelolaan sampah bernilai ekonomis tersebut diterapkan dalam sosialisasi literasi dan launching tabungan emas dari sampah. Kegiatan yang mengusung tema Trash for Gold (Sampah untuk Emas) ini berlangsung di Balai Daerah Pemkab Bangka Selatan.

Hadir dalam sosialisasi ini Bupati Bangka Selatan H Justiar Noer, Ketua tim penggerak PKK Ekawati Justiar, Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) area Sumsel Tun Imanudin, Sekda Suwandi, kepala OPD terkait asisten, staf ahli, dan camat setempat.

Bupati Bangka Selatan H Justiar Noer menjelaskan, sosialisasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan bank sampah dan menjalin kemitraan dengan pihak ketiga yakni PT Pegadaian Persero.

“Inovasi pengolahan sampah dengan program bank sampah menjadi inovasi di tingkat akar rumput yang dapat meningkatkan pendapatan bidang tugas masing-masing yang pada akhirnya untuk mensejahterakan masyarakat di Bumi Junjung Besaoh,” jelas Justiar.

Dikatakannya, pada dasarnya bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan. Namun yang ditabung bukan uang namun sampah. “Warga yang menabung ( menyerahkan sampah) juga disebut nasabah dan memiliki buku tabungan.

Mereka juga bisa meminjamkan uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang dipinjam,” tambahnya. Lebih lanjut ia mengatakan, sampah yang ditabung akan ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang, kemudian akan dijual pihak ketiga (PT Pegadaian) yang sudah bekerjasama dengan bank sampah.

Di Bangka Selatan khususnya Kota Toboali, sudah ada beberapa bank sampah yang dikelola oleh komunitas masyarakat secara mandiri. Sementara itu Ketua Penggerak PKK Hj. Ir. Ekawati Justiar menambahkan, sampah akan lebih baik dijual untuk menghasilkan uang dan akan dikelola oleh instansi terkait. “Daripada kita membuang sampah di belakang rumah yang akan menumpuk karena tidak bisa terurai,” ujar Ekawati. (BBR)


Penulis : Andre
Editor   : Sanjay
Sumber :Babelreview