Menikmati Sensasi Hutan Mangrove Di Kurau Barat

Admin
Menikmati Sensasi Hutan Mangrove Di Kurau Barat
Foto:Andre

BANGKA TENGAH, BABEL REVIEW -- Tanaman Mangrove yang dulunya diperuntukkan sebagai tanaman penahanan abrasi pantai kini banyak dijadikan oleh pemerintah ataupun kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sebagai tempat berwisata. Seperti halnya yang dilakukan oleh Kelompok Pemuda Kurau. Potensi mangrove yang ada di desa tersebut diolah sedemikian rupa sehingga menjadi tempat wisata edukasi.

Berkonsep awal menjadikan tanaman mangrove sebagai tanaman yang dilestarikan dan sebagai tempat edukasi, tak disangka animo masyarakat yang ingin berwisata sangat luar biasa.  Animo masyarakat tersebut juga yang membuat kelompok pemuda tersebut beserta pemerintah desa semakin termotivasi untuk mengembangkan hutan mangrove menjadi kawasan wisata.

Fasilitas penunjang untuk mempercantik hutan mangrove pun mulai dibangun seperti pendopo tempat beristirahat serta jembatan kayu yang diperuntukkan bagi pejalan kaki mengitari area wisata ini. Tak ketinggalan sebuah spot untuk berswafoto disediakan persis di pintu masuk jembatan kayu.

Di dalam hutan mangrove, para wisatawan bisa bersantai menggunakan hammock atau ayunan sembari menikmati semilir angin yang berhembus di sela pepohonan. Di lokasi wisata ini juga ada beberapa  jenis burung dan kawasan ini akan dijadikan lokasi pengamatan aneka jenis burung (birdwatching).

Selain berjalan kaki, para pengunjung dapat menyusuri sungai yang dikelilingi lebatnya pepohonan mangrove serta jika beruntung dapat melihat satwa liar. Tak hanya tempat wisata, di hutan mangrove ini juga terdapat tiga buah tambak yang masing-masing berukuran 20 x 30 meter.

 Tambak-tambak ini ditanami mangrove sebagai habitat asli pembudidayaan udang, ikan dan kepiting sebagai sumber ekonomi. Dwi Harisman selaku anggota Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) mengatakan, masyarakat Babel khususnya pemuda semakin harinya semakin kreatif dalam mengelola potensi yang ada di daerahnya.

“Mangrove memang banyak manfaatnya, misalnya kaya akan oksigen, penahan abrasi dan sebagainya. Sekarang tanaman mangrove sekaligus  dijadikan hutan wisata,” tuturnya. Terakhir ia mengatakan, selain di Bangka Tengah wisata hutan mangrove juga dapat dijumpai di Bangka Selatan. Hal ini tentunya menjadi progres yang baik bagi pariwisata Babel.

“Selama ini Babel sudah terkenal dengan pantainya, sekarang giliran mangrove yang kita kembangkan sebagai destinasi wisata,” ujar Dwi. Berlokasi di Kurau Barat, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, lokasinya hutan wisata mangrove mudah dijumpai karena berada di jalan raya antara Pangkalpinang – Koba. Untuk menikmati tempat ini pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10.000. Diharapkan Wisata Mangrove dapat menjadi destinasi yang mengasyikkan bagi wisatawan. (BBR)


Penulis : Andre
Editor   : Sanjay
Sumber :Babelreview