Menuju Kebangkitan Pariwisata Babel 2021, Rofiko Sebut Disbudpar Siapkan Lima Strategi

Ahada
Menuju Kebangkitan Pariwisata Babel 2021, Rofiko Sebut Disbudpar Siapkan Lima Strategi
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr Rofiko Mukmin. (ist)

 

Menuju Kebangkitan Pariwisata Babel 2021
Rofiko Sebut Disbudpar Siapkan Lima Strategi

 

"Dalam sejarah, tahun 2021 Disbudpar Babel mendapat dana dekonsentrasi paling besar bersama Jawa Timur. Dan untuk tahun ini rencananya akan ada 106 event yang Disparbud selenggarakan"

Dr Rofiko Mukmin
Kadisbudpar Bangka Belitung

 

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Kehadiran pandemi covid-19 sekitar satu tahun ini telah berimbas pada semua sektor kehidupan masyarakat Bangka Belitung, terlebih pada sektor pariwisata yang sekarang ini sedang dikembangkan sebagai sumber ekonomi baru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menggerakan sektor wisata ini, terutama untuk mendukung aturan pemerintah dalam  penerapan dan  pelaksanaan CHSE : Clean, Healthy, Safety, Environment atau  Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Lingkungan Hidup.

Namun sepanjang tahun 2020, sektor pariwisata tetap sulit bergerak, yang berakibat menurunnya aktivitas berwisata di Bangka Belitung. Dampaknya, kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat Babel mulai terganggu.

Suram dan gelap, begitulah kondisi pariwisata Bangka Belitung sepanjang tahun 2020. Karena itu perlu bersama-sama mencari solusi jalan keluar pada saat semua mengalami ketidakpastian ini.

Tahun 2021 ini ada harapan yang digantungkan kepada semua stakeholder pariwisata, agar pariwisata Babel kembali bangkit dan membawa sinar baru dan harapan baru.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rofiko menyatakan pihaknya menatap optimis tahun 2021 sebagai kebangkitan pariwisata Babel. Keyakinan Rofiko ini tak lepas dari kondisi wisata Babel menjelang pergantian tahun 2020.

"Kita tak memungkiri Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kondisi ekonomi dan pariwisata kita. Tapi kita tetap optimis di tahun 2021 akan bangkit. Hal ini terlihat dengan mulai bergeraknya pariwisata Babel di penghujung tahun 2020. Kondisi ini ditunjukkan dengan mulai ramainya hunian sejumlah hotel sejak tanggal 25 Desember 2020, seperti di Parai Beach Hotel dan Puri Ansell yang cukup ramai," ujar Rofiko kepada Babel Review.

Rasa Optimis Rofiko ini diperkuat dengan adanya bantuan dana dekonsentrasi dari  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) yang telah mengalokasikan Dana Dekonsentrasi dalam Rencana Kerja Tahun 2021 sebesar RP 112.839.200.000 untuk 34 Provinsi, termasuk Provinsi Bangka Belitung dapat Rp 3,5 Miliar.

Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi pariwisata Babel. Apalagi dana tersebut diperuntukkan bagi peningkatan sektor pariwisata. Adapun pelaksanaan kegiatan Dekonsentrasi TA 2021 sebagai berikut :

Pertama, peningkatan SDM pariwisata meliputi kegiatan Workshop Sadar Wisata, Pelatihan Dasar SDM bagi masyarakat di sekitar destinasi wisata, pelatihan dasar kepariwisataan kepada guru dan Pelatihan Dasar Kepariwisataan bagi para ASN.

Kedua, yakni peningkatan SDM ekonomi kreatif, meliputi pelatihan dasar bagi pelaku ekonomi kreatif dan pemberdayaan komunitas ekonomi kreatif. Ketiga, Tata kelola pusat Informasi Destinasi Pariwisata daerah.

Sedangkan yang keempat adalah Program Dekonsentrasi Bidang Pemasaran Parekraf meliputi Regional I (Nusantara, ASEAN, Australia, dan Oceania), Regional II (Asia Timur, Asia Selatan dan Asia Tengah) dan Regional III ( Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika)

Dan yang Kelima yakni pengembangan Wisata Alam, Budaya, Buatan dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) meliputi Wisata Alam, Budaya dan Buatan serta Penyelenggaraan Event lainnya.

"Dalam sejarah, tahun 2021 Disbudpar Babel mendapat dana dekonsentrasi paling besar bersama Jawa Timur. Dan untuk tahun ini rencananya akan ada 106 event yang Disparbud selenggarakan," ungkap Rofiko.

Faktor yang masih jadi kendala..

  • Halaman
  • 1
  • 2