Menuju Tahun 2021, Saatnya UMKM Babel Go Global Go Digital

Ahada
Menuju Tahun 2021, Saatnya UMKM Babel Go Global Go Digital
Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa membeli oleh-oleh atau cinderamata berupa makanan khas dan kerajinan masyarakat Bangka Belitung, di Gaellery PLUT KUMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (firly/babelreview)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Jika sektor Pariwisata terkena imbas negatif pandemi covid-19 sepanjang tahun 2020 ini, lalu bagaimana dengan sektor UMKM?

Jika kita bicara pariwisata tentu tak bisa lepas dari yang namanya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Di Bangka Belitung pun demikian, perkembangan Pariwisata dan UMKM harusnya berjalan seirama.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Elfiyena mengatakan setelah ditetapkannya Babel menjadi Provinsi, dan seiring bertambahnya umur provinsi ini, UMKM pun terus berkembang seiring meningkatnya transportasi serta teknologi.

Hingga tahun 2019, tercatat sebanyak 161 tumbuh di Negeri Serumpun Sebalai ini. Angka tersebut termasuk tinggi jika dilihat dari kondisi perekonomian Bangka Belitung.

Elfiyena mengatakan kondisi UMKM yang dulu dan sekarang tentunya sangat berbeda. Sekarang semua sudah serba digital. Promosi lebih mudah dilakukan melalui media sosial dan setiap orang yang ingin membuat usaha pun jauh lebih mudah dengan memanfaatkan toko online yang ada.

Namun, dalam perjalanannya di tahun 2020 ini khususnya para pelaku UMKM dihadapkan pada tantangan pandemi Covid-19 yang memukul telak para pelaku UMKM.

Banyaknya pekerja yang di PHK dan kebijakan WFH yang sempat diterapkan, akhirnya mempengaruhi income para pelaku UMKM, yang kemudian berdampak pada keberlangsungan hidup UMKM tersebut.

Meski tak sedikit UMKM yang terpaksa gulung tikar, uniknya di Babel ditengah pandemi ini muncul UMKM-UMKM baru yang notabene merupakan mereka yang terkena PHK atau yang ingin mengisi waktu saat harus WFH.

"Sebenarnya untuk di Bangka Belitung ini tidak terlalu berdampak seperti daerah-daerah lain, malah banyak UMKM baru yang muncul di tengah pandemi," kata Elfiyena kepada Babelreview.

Elfiyena mengatakan Pandemi Covid-19 tak melulu berdampak negatif. Ia melihat Covid-19 sebagai salah satu peluang dan membuka satu hal yang baru di dunia usaha.

Untuk itu Ia pun merespon pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini dengan melakukan revolusi program, yakni dengan memanfaatkan digitalisasi.

"Melihat pandemi ini, kita mulai beralih bagaimana UMKM bisa berdigitalisasi. Kita sama-sama tahu, di tahun 2020 kita harus bisa bertahan dan akhirnya kita merevolusi program kita, yang semula kita masih berkumpul dan bertatap muka secara langsung. Kini kita masih bisa tetap melaksanakan gaya tersebut, tapi kita modifikasi dengan pertemuan virtual termasuk promosi virtual, ini upaya agar UMKM kita naik kelas," ujarnya.

"Dimasa pandemi ini, kita dibuat semakin pinter ada inovasi baru yang sebelumnya tidak terpikirkan, tapi kini jadi strategi andalan. Bicara Covid-19, hampir semua UMKM mungkin merasakan dampaknya. Yang paling terdampak sekali yakni UMKM yang memproduksi pakaian seperti baju sekolah. Tapi kita coba mendorong mereka putar otak untuk membuat hal baru seperti masker," ungkapnya.

Untuk data pelaku UMKM di tahun 2020, dijelaskan Elfi pihaknya masih melakukan pendataan. Sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pendataan UMKM tahun ini pihaknya menggandeng ISB Atma Luhur sebagai partnership.

Teknisnya UMKM diminta untuk mendata usahanya sendiri dan UMKM harus mengisi data sendiri hingga mereka punya rasa tanggung jawab.

"Dengan mereka meng-entry nantinya kita lanjutkan dengan fasilitasi, mulai dari pendampingan, pelatihan, pemasaran, hingga perizinan. Tujuannya agar mereka punya daya saing," tukas Elfiyena.

UMKM Babel pun memiliki nilai tambah, dimana sertifikasi halal jadi salah satu yang menjadi prioritas disini. Sertifikasi halal menjadi hal penting untuk menarik dan meyakinkan para wisatawan terhadap produk-produk UMKM Babel.

Di sisa tahun 2020 ini, diungkapkan Elfiyena, pihaknya akan diberikan bantuan Dana Insentif Daerah (DID). Bantuan tersebut rencananya akan digunakan untuk promosi UMKM.

"Saat ini kita terus melakukan promosi dan pemasaran melalui online. Kita connecting dengan market placenya. Kita juga lakukan top up agar produk kita ada di laman atas, kita perkenalkan Babel ke dunia luar melalui produk-produknya," terangnya.

Menatap 2021, Elfi menuturkan akan semakin meningkat pemanfaatan digitalisasi serta meningkatkan sinergi dengan para stackholder terkait, bila perlu menggandeng influencer di Babel untuk mempromosikan UMKM.

" Gebyar Babel ini nantinya akan kita jadikan gerakkan komunitas disini, apalagi Babel punya banyak komunitas. Kita juga menargetkan makanan olahan kita bisa go Internasional. Kita akan wujudkan hal tersebut sesuai slogan kita "Go Digital, Go Global," pungkasnya.(BBR)

Laporan: Diko Subadya