Menunggu Akte Kelahiran Bangka Utara, Maras Makmur Diincar Jadi Ibu Kota.. (habis)

Ahada
Menunggu Akte Kelahiran Bangka Utara, Maras Makmur Diincar Jadi Ibu Kota.. (habis)
Dukungan Pemprov Babel dan DPRD Babel terhadap rencana pembentukan otonomi daerah baru Kabupaten Bangka Utara. (Foto: ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Dalam kajian akademis Bangka Utara dibagi menjadi lima kecamatan. Kecamatan Belinyu dimekarkan menjadi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Belinyu, Kecamatan persiapan Karang Lintang dan Kecamatan Persiapan Simpang Tiga.

Sedangkan Kecamatan Riau Silip dibagi menjadi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Riau Silip dan Kecamatan persiapan Maras Makmur.

“Semua sudah selesai dan semua Perdanya juga sudah dikeluarkan oleh DPRD Bangka berserta Bupati. Mengenai calon ibukota itu sudah tertuang dan dalam waktu dekat ini kawan-kawan dari Kabupaten Bangka akan melakukan survey untuk menentukan titik yang terdapat dalam kajian akandemis dibuat atau ditandatangani oleh persetujuan bupati mengenai calon Ibukota Bangka Utara. Untuk ibukota baru menjadi pusat pemerintahan dan pemukiman kita arahkan di Karang Lintang dan Maras Makmur jadi berada di tengah-tengah. Kalau ibukota di Belinyu itu sementara saja kita akan bekerjasama dengan PT Timah untuk memanfaatkan eks timah yang ada di kawasan Jalan Depati Amir,” papar Heru Kailani, Ketua Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Kabupaten Bangka Utara (Forkoda PPDOB Bangka Utara).

Dijelaskan Heru, bila daerah otonomi baru ini resmi berdiri maka akan ada masa persiapan.

Dalam masa persiapan ini akan dipimpin oleh Plt Bupati yang diangkat oleh Gubernur hingga terpilihnya bupati dan wakil bupati dalam Pilkada serentak dan Pemilihan Legislatif.

“Tetapi yang jelas walaupun statusnya masih persiapan seandainya sudah ditandatangani oleh yang berwenang yakni DPR dan Presiden maka dengan sendirinya kalau ada pemilihan serentak di tahun 2024 maka dengan sendirinya akan dilakukan pemilihan bupati dan DPRD Bangka Utara,” katanya.

Adapun semboyan atau motto Kabupaten Bangka Utara rencananya adalah “Sebubung Setampi” yang mencerminkan hidup dalam kebersamaan.

“Sebubung itu kan tempat dan tampi bisa digunakan untuk makan bersama-sama. intinya kebersamaan dalam satu wadah selalu bersama-sama dalam melakukan apapun,” katanya. (BBR)   

Penulis: Irwan AR