Menunggu Empati Telkomsel Untuk Warga Babel Terdampak Covid-19

Ahada
Menunggu Empati Telkomsel Untuk Warga Babel Terdampak Covid-19
Ilustrasi. (Ist)

"Mohon maaf, kalau di Bangka Belitung ini saya belum melihat adanya pihak operator seluler seperti Telkomsel mau membantu warga. Padahal kita tentu yakin keuntungan mereka saat ini bisa lebih besar jika dibanding tahun sebelumnya"

Fajri, Warga Pangkalpinang

 

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Keperdulian Telkomsel kepada masyarakat Babel di tengah pandemi covid-19 ini ditunggu warga Bangka Belitung. 

Bukan saja soal paket data bagi siswa yang harusnya dijamin, tetapi yang juga sangat diharapkan adalah bantuan langsung berupa paket sembako.

Apalagi Telkomsel adalah  BUMN, yang diyakini mendapatkan keuntungan besar di masa pandemi ini.

"Kita berharap Telkomsel juga mau perduli dengan  nasib sekolah dan guru swasta. Yang hingga kini belum ada upaya pemerintah daerah untuk membantu atau masuk dalam skema penanganan dampak covid-19," ujar Ust Fakhruddin, salah seorang Praktisi Pendidikan dan Keagamaan di Bangka Belitung.

Ungkapan Ustad Fakhrudin ini menyikapi keluhan warga Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung yang menilai belum tampak keperdulian Telkomsel terhadap warga Babel yang terdampak pandemi covid-19.

Pada berita sebelumnya, sejumlah warga yang diminta pendapatnya tentang keperdulian perusahaan operator seluler terbanyak pelanggannya di Babel tersebut, menilai bahwa mereka belum melihat keperdulian perusahaan seluler ini terhadap masyarakat terdampak covid-19, khususnya di Bangka Belitung.

"Mohon maaf, kalau di Bangka Belitung ini saya belum melihat adanya pihak operator seluler seperti Telkomsel mau membantu warga. Padahal kita tentu yakin keuntungan mereka saat ini bisa lebih besar jika dibanding tahun sebelumnya," ujar Fajri.

Dibandingkan perusahaan-perusahaan lainnya, saat ini mungkin hanya perusahaan operator seluler yang menikmati untung dari kondisi pandemi corona ini.

Sementara perusahaan lainnya lebih banyak tutup dan menghasilkan pengangguran karena para pekerja dan karyawan banyak dirumahkan.

"Hanya sayangnya, keuntungan yang besar itu, tidak berbalik dengan kebaikan terhadap sebagian saudara kita yang saat ini membutuhkan sembako untuk bertahan hidup. Entah mengapa perusahaan seluler ini seperti tidak perduli," ujar Fajri.

Menurut Ustad Fakhrudin, khusus dunia pendidikan, Ia melihat saat ini sudah banyak sekolah swasta kelimpungan, pemasukan utama mereka sekokah swasta selama ini dari SPP, nah wali siswa banyak yang kehilangan pekerjaan sehingga sulit membayar SPP.

Kondisi ini akhirnya juga berdampak pada pembayaran gaji guru dan staff.

"Sudah seharusnya ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, sebab, pendidikan ini juga sangat penting. Dan juga perhatian perusahaan yang beroperasi di Babel ini," ungkap Udin, sapaan akrab Ustad Fakhruddin.

Di tengah wabah ini, kata Udin, proses KBM tetap berjalan baik secara online dan sesekali guru menginjungi siswa secara terjadwal.

Namun saat ini sejumlah siswa mulai tidak bisa mengikuti KBM karena orangtuanya sudah tidak mampu untuk membeli paket data.

KBM pun mulai tersendat mengingat guru dan orangtua harus semakin mengirit menggunakan paket data mengigat kebutuhan akan paket data cukup besar untuk pembelajaran.

Apalagi rata-rata proses pembelajaran juga banyak menggunakan Aplikasi Zoom.

"Paling tidak pemerintah daerah memberikan insentif bagi guru swasta. Dan pihak operator juga diharapkan keperduliannya terhadap kondisi para guru dan siswa yang sekarang ini juga banyak yang tak mampu lagi untuk mengikuti proses belajar online," tukas Udin.

Sementara itu pihak Telkomsel Wilayah Sumbagsel yang diwakili bagian Humas Gummilar, mengakui bahwa selama ini Telkomsel telah banyak ikut berkontribusi membantu masyarakat Indonesia dalam masa pandemi covid-19 ini.

" Jadi karena issuenya nasional juga yang dilakukan juga bersifat nasional. Karena kita memahami juga pasti di saat pandemi seperti ini ekonomi kita Terdampak dan semua masyarakat mengalami masa sulit," ujar Gumilar. (BBR)
Laporan: @hada