Mesin PLTG Telah Diperbaiki, Sistem Kelistrikan PLN Kembali Pulih

Irwan
Mesin PLTG Telah Diperbaiki, Sistem Kelistrikan PLN Kembali Pulih

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Amris Adnan menjelaskan, terjadinya pemadaman listrik di Pulau Bangka beberapa hari ini diakibatkan gangguan teknis pada mesin PLTG Unit 2 yang berkapasitas 25 MW.

"PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung terus berupaya untuk memulihkan sistem kelistrikan di Pulau Bangka akibat gangguan mesin pembangkit PLTG di Air Anyir," ujar Amris Adnan, Selasa (18/1/2022).

Upaya-upaya yang dilakukan PLN saat ini, yakni melakukan pekerjaan pemulihan nonstop 24 jam, tambahan support TIM enginering PLN Batam dan tenaga ahli IMECO, serta mendatangkan komponen cadangan dan sekarang dalam tahap penggantian material.

Amris juga mengimbau kepada masyarakat agar ikut berpartisipasi mengurangi 30 persen untuk penggunaan energi listrik ditempat masing-masing agar pelanggan yang terdampak padam tidak meluas.

Awak media yang turut meliput perbaikan mesin PLTG Unit 2 melihat kotak kayu berisi komponen mesin bernama control valve governor LQ25 yang didatangkan dari Pontianak, Kalimantan Barat. Komponen mesin tersebut akan dipasang menggantikan komponen mesin lama yang rusak.

Amris Adnan, kepada awak media mengungkapkan, bahwa komponen mesin baru tersebut sudah berhasil dipasang, yang artinya mesin PLTG Unit 2 berkapasitas 25 MW sudah dapat bangkit kembali melayani masyarakat.

Dengan begitu sistem kelistrikan di Pulau Bangka dipastikan telah normal kembali. Namun, tidak menutup kemungkinan bila ada gangguan teknis terhadap mesin pembangkit listrik maka akan terjadi pemadaman kembali.

Hal ini diakibatkan sistem kelistrikan di Pulau Bangka tidak memiliki cadangan pembangkit yang bisa digunakan ketika PLN melakukan perawatan pada mesin, atau bila terjadi gangguan pada pembangkit. 

Dikatakan Amris Adnan, PLN sudah merencanakan interkoneksi Sumatera - Bangka sebagai pembangkit cadangan yang sebelumnya direncanakan akan selesai pada April 2021. Namun karena terkendala beratnya medan yang harus dilewati maka interkoneksi kedua pulau mengalami penundaan. (BBR)