Minim Wisatawan ke Babel, Para Tour Guide Banting Stir, Ada Yang Harus Berdagang

Ahada
Minim Wisatawan ke Babel, Para Tour Guide Banting Stir, Ada Yang Harus Berdagang
Semenjak pandemi Covid-19 praktis sudah tidak ada kegiatan pemanduan wisata lagi. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Dampak buruk Pandemi Covid-19 merambah semua sektor. Banyak orang yang terpaksa kehilangan perkejaannya, sehingga harus putar otak bagaimana tetap bisa survive ditengah pandemi.

Kondisi ini juga dialami para Pramuwisata (tour guide)  di Babel, khususnya yang tergabung dalam member Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).

Seperti yang diungkapkan Ketua HPI Babel Andi, semenjak pandemi Covid-19 praktis sudah tidak ada kegiatan pemanduan wisata lagi.

Meski demikian, teman-teman Pramuwisata saat ini mencoba survive dengan mencoba hal-hal baru seperti berdagang, buka sewa kendaraan, atau menerima tour-tour pribadi, termasuk Virtual Tour.

Hanya saja untuk Virtual Tour untuk Babel belum bisa maksimal tergarap, karna segmentasi pasarnya banyak dari luar negeri.

Melihat kondisi Pandemi saat ini, Ia berpesan kepada  Pramuwisata untuk tetap semangat.

"Saya berharap sekali teman-teman pramuwisata tetap semangat, kejadian ini tidak hanya terjadi di Babel, terus semangat manfaatkan keahlian kita sebagai Pramuwisata untuk berpikir kreatif membuka peluang income baru," pungkasnya.(BBR)
Laporan: Diko S