MTQH Ke XIV Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Di Bangka Barat 25 Peserta Ikuti Lomba Cabang Karya Tulis Ilmiah Al Qur’an ( KTIQ ) Dan Karya Tulis Hadits ( KTIH ).

BANGKA BARAT, BABELREVIEW.CO.ID – Sebanyak 25 peserta MTQH ke XIV Ikuti ajang lomba cabang Karya Tulis Al Qur’an ( KTIQ ) dan Karya Tulis Hadits ( KTIH ) dan ajang acara tersebut di selenggarakan di ruang OR II Gedung Setda Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, hari Senin ( 10/11/2025 ).

Dalam ajang lomba KTIQ dan KTIH tersebut 14 peserta ikuti lomba cabang Karya Tulis Ilmiah Al Qur’an dan selanjutnya 11 peserta ikuti lomba cabang Karya Tulis Ilmiah Hadits, setelah melewati berbagai proses seleksi yang sangat ketat dewan juri tiga peserta baik putra maupun putri terbaik di masing – masing cabang ajang lomba kategori untuk melangkah selanjutnya ke babak final. Tentunya berbeda dari tahapan sebelum pada babak final, seluruh peserta lomba tidak lagi diwajibkan menulis namun harus mempresentasikan hasil karya mereka sendiri di hadapan pada Hakim Juri MTQH ke XIV.

Bacaan Lainnya

Presentasi peserta tersebut menyoroti berbagai tema ilmiah yang bersumber dari ayat – ayat suci Al Qur’an dan Hadits itu sendiri tentunya yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pada Oanitia MTWH ke XIV.

Sekretaris LPTQ Bangka Barat Juwanji dalam penjelasannya bahwa ajang lomba cabang KTIQ dan KTIH wujud dan wadah bagi generasi muda penerus bangsa untuk mengembangkan kemampuan atau potensi serta mengembangkan pola sedang cara berpikir ilmiah tentang dasar – dasar serta nilai – nilai Al Qur’an dan Hadits.

Juwanji berharap dengan adanya lomba cabang kategori ini lahir generasi muda bangsa yang mau melangkah dalam penelitian dan juga mengkaji dari isi – isi Al Qur’an dan Haditsnya, karena AlQur’an bukan hanya sekedar dibaca juga dihafalkan tetapi tentunya bisa dipahami makna yang sesungguhnya agar memberikan pengaruh positif juga pemahaman kepada masyarakat luas, tutur Juwanji.

Juwanji juga menambahkan dalam Hadits juga memiliki ruang luas untuk dikembangkan menjadi pemahaman yang dapat dan bisa diterapkan dalam kehidupan Kita sehari – hari pastinya.

Melalui ajang lomba KTIQ dan KTIH ini para peserta tentunya diharapkan mampu menampilkan karya – karya yang tidak hanya bernilai ilmiah namun sesungguhnya juga mampu berdampak pada meningkatnya pemahaman keagamaan di tengah – tengah masyarakat, tutup Juwanji.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *