Mudik Tetap Dilarang, Babel Ditutup Sementara Dari Pemudik

Ahada
Mudik Tetap Dilarang, Babel Ditutup Sementara Dari Pemudik
Antrian kendaraan pemudik di Muntok Kabupaten Bangka Barat menunggu giliran masuk ke Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, tahun 2019 lalu. (Firly/babelreview.co.id)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Pandemi Covid-19 masih belum berakhir semua pihak terus melakukan berbagai upaya agar penyebaran virus tersebut dapat segera dihentikan.

Akhirnya, Presiden RI Joko Widodo pun dengan berat hati mengambil keputusan melarang masyarakatnya untuk melakukan mudik lebaran tahun 2020 ditengah pandemi saat ini terkhusus bagi mereka yang berasal dari daerah zona merah.

Hal tersebut disampaikannya, pada rapat terbatas yang disiarkan pada kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (21/4/2020) lalu.

Sebelumnya, Jokowi juga telah mengeluarkan intruksi larangan mudik khususnya kepada para aparatur sipil negara (ASN) serta TNI/Polri, namun melihat kondisi saat ini, keputusan itu pun mencakup semuanya.

Larangan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Menteri PANRB No 46 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik dan/atau Cuti Bagi ASN dalam Upaya Pencegahan Covid-19.

SE ini mengganti dan mencabut SE No. 36 dan No. 41 Tahun 2020.

ASN dan keluarganya tidak diperkenankan pergi ke luar daerah selama penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19.

Apabila ASN perlu bepergian ke luar daerah dalam keadaan terpaksa atau genting, maka ASN tersebut harus mendapatkan izin dari Pejabat yang Berwenang atas delegasi dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Kementerian PANRB menegaskan akan memberikan sanksi kepada ASN yang tetap mudik, akan dikenakan sanksi disiplin sesuai Peraturan Pemerintah No 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Pemerintah No 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Selain mudik, ASN dilarang mengajukan cuti selama berlakunya darurat Covid-19 yang mengancam kesehatan masyarakat. PPK diminta tidak memberikan izin cuti bagi ASN.

Namun cuti ini dikecualikan untuk PNS yang mengambil cuti melahirkan, cuti sakit, dan cuti alasan penting.

Cuti juga diberikan untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mengambil cuti melahirkan dan cuti sakit. 

Cuti alasan penting diberikan jika keluarga inti sakit keras atau meninggal dunia.

Yang dimaksud keluarga inti adalah ibu, bapak, istri atau suami, anak, adik, kakak, mertua, dan menantu.

Menanggapi Intruksi tersebut, Gubernur Erzaldi Rosman pun mengambil keputusan untuk menutup seluruh pintu masuk pelabuhan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terkhusus lalu lintas orang kecuali barang.

Menurut Erzaldi, Keputusan presiden tersebut harus dijalankan, makanya semua pintu masuk pelabuhan tidak hanya di Muntok, Bangka Barat saja, ditutup untuk lalu lintas orang khususnya pemudik dari daerah zona merah.

Diungkapkan oleh Gubernur Erzaldi Rosman, upaya ini dilakukan guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 dari zona merada Babel dan TNI menjaga seluruh pintu masuk, termasuk pintu masuk jalur tikus.

"Babel ini banyak pintu jalur tikus karena kepulauan, ini kita minta lebih diperketat," tuturnya.

Sebelumnya Erzaldi juga sudah menerapkan kebijakan hanya ada satu penerbangan dalam sehari secara bergantian antara maskapai penerbangan itu pun hanya dari Jakarta-Pangkalpinang, Jakarta-Belitung, serta Pangkalpinang-Belitung.

Kehendak tersebut pun di amini Wakapolda Babel Kombes Pol Umar Dhani terkait masalah larangan mudik ini.

Tentunya itu jalur komando, apa yang sudah diarahkan pusat dan Korlantas Polri.

"Tindakan kita terhadap masyarakat yang masih mudik, masih dikaji langkah kepolisian ada beberapa tahapan harus dilakukan seperti imbauan dan sebagainya, yang jelas kita akan perketat pintu masuk terminal dan semua pelabuhan, kita akan cek supaya tidak ada masyarakat yang mudik di tengah pandemi Covid-19 saat ini," pungkasnya. (BBR)

Laporan: Diko Subadya