PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID– Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya memastikan kelangkaan LPG 3KG di Bangka Belitung akan teratasi mulai 5 Februari 2025. Hal ini disampaikan dalam audiensi bersama GM Pertamina dan pedagang kaki lima Provinsi Bangka Belitung yang dilaksanakan di Ruang Banmus DPRD Bangka Belitung, Senin (2/1/2026).
“Alhamdulillah, insyaallah mudah-mudahan tidak ada halangan, mulai tanggal 5 Februari untuk gas LPG 3 kilo sudah normal kembali se-Pulau Bangka Belitung,” ujar Didit.
Didit menyampaikan rasa terimakasih kepada Asosiasi Pedagang Kaki Lima Provinsi Bangka Belitung yang telah berkoordinasi dengan Staf Khusus Gubernur, Bapak Ahmad Sopyan sehingga adanya pertemuan ini. Tidak lupa ia juga mengapresiasi kehadiran GM Pertamina beserta jajarannya untuk membahas kelangkaan LPG 3KG ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada asosiasi pedagang kaki lima Provinsi Bangka Belitung yang alhamdulillah ada koordinasi dengan salah satu staf khusus gubernur yaitu Bapak Ahmadi Sopyan sehingga terjadi yang namanya silaturahmi tentang kelangkaan LPG 3 kilo untuk masyarakat Bangka Belitung dan alhamdulillah terima kasih kepada Ma saTrio, selaku JM Pertamina dan kawan-kawan sangat luar biasa hadir,” ungkap Didit.
Dari hasil rapat tersebut, Didit menyampaikan 5 poin penting yaitu, Pertama, mulai tanggal 5 Februari 2026 ketersediaan LPG 3KG sudah kembali normal dengan syarat penyaluran harus tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.
“Insyaallah mudah-mudahan tidak ada halangan mulai tanggal 5 Februari untuk gas LPG 3 kilo sudah normal kembali sepulau Bangka Belitung tetapi harus tepat sasaran,” tegas Didit.
Kedua, akan dibentuk Tim Pengawasan
Terpadu untuk mengawasi penyaluran gas LPG 3KG yang melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) meliputi Kapolda, Kapolres dan Kejaksaan sebagai domain eksekutif.
“Yang kedua, akan ada tim pengawasan terpadu untuk mengawasi daripada penyaluran gas LPG 3 kilo ini agar tepat sasaran yang akan melibatkan pihak APH apakah itu kapolda, kapolres, ataupun kejaksaan itu domainnya daripada eksekutif dan akan juga dibentuk,” katanya.
Ketiga, GM Pertamina memastikan stok LPG 3KG untuk bulan Ramadhan dan Idul Fitri aman.
“Yang ketiga, apa yang disampaikan oleh JM Pertamina untuk bulan Ramadan dan Idul fitri insyaallah stoknya aman,” tambahnya.
Keempat, Didit menegaskan untuk penetapan harga eceran tertinggi harus mempunyai kepastian hukum yang jelas.
“Keempat, untuk harga eceran tertinggi ini perlu dibuat sebuah kepastian hukum jelas karena kita juga memikirkan bagi agen-agen yang akan menyalurkan ke tempat yang jauh dengan harga seperti ini juga mereka berpikir maka kita juga harus objektif dalam hal ini,” jelasnya.
Terakhir, Didit juga menyampaikan bahwa Gubernur bersama DPRD Kepulauan Bangka Belitung akan mendesak Pemerintah Pusat untuk membuat kilang baru agar stok LPG tetap aman mengungat kondisi geografis Babel yang rentan terhadap gangguan cuaca ekstrem, baik laut maupun udara.
“Dengan adanya kilang baru penampung LPG, maka mudah-mudahan permasalahan hilangnya LPG 3 kilo ini tidak terjadi lagi,” tandas Didit.
Didit menegaskan dirinya bersama Gubernur akan segera mendesak pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan kilang atau penampung LPG baru sebagai antisipasi agar masalah serupa tidak terulang di masa mendatang. (dinda)









