Museum Kata Andrea Hirata, Memaknai Karya Sastra di Tempat Penuh Warna

Irwan
Museum Kata Andrea Hirata, Memaknai Karya Sastra di Tempat Penuh Warna

MANGGAR, BABELREVIEW.CO.ID — Museum Kata Andrea Hirata Kini terus berkembang dengan tampilan-tampilan yang menarik.

Baik sejumlah ruangan yang diberi nama tokoh-tokoh dan karakter novel dan film Laskar Pelangi, maupun produk elektronik dan tradisional tempo dulu.

Koleksi museum tersebut mampu memberikan arti seni dan budaya termasuk memaknai nilai-nilai karya sastranya yang tentunya memberi manfaat bagi kehidupan.

Begitu pula dengan kata-kata yang tak hanya memberikan wawasan tapi juga motivasi yang tertera di sejumlah dinding dengan kombinasi warna- warna pelangi.

Inilah mengapa museum yang sekaligus menjadi objek wisata ini memberikan kesan mendalam bagi pengunjungnya untuk menyelami arti penuh warna ini.

Selain ruang baca juga ada warung kuli dimana orang bisa mencicipi kopi khas Belitung yang diproses dengan cara tradisonal.

Tak hanya itu, dari pintu masuk di bagian depan pun tampilan museum ini cukup mencolok dengan warna-warna terang, sehingga menarik perhatian bagi orang yang melihatnya di lokasinya di Jalan Raya Laskar Pelangi, Gantung, Kabupaten Belitung Timur.

Tito Oktovialdi, Guide dari sebuah travel agent yang sedang memandu turis ke tempat ini mengatakan, meski di saat pandemi corona, pengunjung lumayan ramai pengunjung dari benar-benar ramai saat sebelum corona, baik wisatwan dari domestik maupun mancanegara dengan jumlah bisa mencapai ratusan orang per harinya.

Tempat ini juga tentu sangat menarik bagi pecinta seni dan budaya sehingga bisa mengingatkan  sembari melihat nuansa novel dan film laskar pelangi.

“Namun demikian, Kami melihat tempat wisata di Belitung yang bisa dikembangkan dan dimunculkan kembali seperti air terjun agar wisatawan terkesan banyak pilihan untuk mengunjungi objek wisata di daerah ini tentunya dengan masa tinggal yang lebih lama selain juga bisa mengunjungi tempat- tempat wisata lain yang lebih menarik,” ujar Tito, Minggu (27/12/2020). (BBR)

Laporan: Pras

Editor: Irwan