Museum Tanjungpandan: Paket Komplit Berlibur sambil Belajar

Admin
Museum Tanjungpandan: Paket Komplit Berlibur sambil Belajar
Foto:Ichsan Husein

TANJUNGPANDAN, BABEL REVIEW -- Bagi Anda yang pernah menonton film Laskar Pelangi pasti tau dengan sosok buaya yang kerap menghalangi jalan Lintang pergi ke sekolah. Buaya bertubuh sangat besar ini kemudian memang menjadi salah satu bagian yang paling diingat dari film box office yang banyak mengangkat keindahan Pulau Belitung ini. Nah, jika Anda ingin menyaksikan sosok buaya ini sekaligus (barangkali) merasakan bagaimana ketakutan yang dirasakan Lintang, datanglah ke Museum Tanjungpandan. 

Museum Tanjungpandan memang unik. Di area belakang museum, terdapat mini zoo (kebun binatang). Koleksi binatangnya pun cukup variatif. Ada tiga kandang buaya di sini. Pada salah satu kandang inilah, buaya yang muncul di adegan film Laskar Pelangi dirawat. Agar mudah dikenali, pengelola memasang plang bertuliskan "Buaya Laskar Pelangi". Sekitar buaya dipasang kawat yang memagari kandang. 

Masuk ke area dalam museum, kita kembali disambut dua ekor buaya. Eitsss jangan takut! Buaya ini memang asli, namun tidak bernyawa dan sudah diawetkan. Dua buaya ini diletakkan di lemari kaca yang juga memajang biawak, ikan arwana serta penyu. Menjadi bagian dari koleksi Museum Tanjungpandan untuk menunjukkan bahwa hewan-hewan tersebut dulu mudah ditemui di Pulau Belitung. 

Jika yang Anda cari adalah benda-benda kuno layaknya imej yang melekat pada museum, maka Anda pun datang ke tempat yang tepat. Di Museum Tanjungpandan banyak sekali koleksi Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang diangkat dari perairan Belitung pada tahun 1999. Misalnya ada gerabah Cina yang diperkirakan berasal dari Dinasti Song abad ke 10-13 M. Ada juga tempayan, guci, kendi dan barang kuno lainnya yang juga berasal dari situs Batu Itam di Belitung serta situs Pulau Buaya di Kepulauan Riau. Sejumlah koleksi benda bersejarah lainnya juga tersusun rapi di rak-rak museum. Potongan kecil bangkai kapal di salah satu sudut ruangan pun semakin menambah kesan vintage Museum Tanjungpandan.

Secara khusus ada juga ruangan yang menampilkan koleksi benda-benda yang dekat dengan keseharian masyarakat Tionghoa di Belitung. Ini tentu menunjukkan bahwa eksistensi masyarakat Tionghoa sudah terjaga sejak dulu dan keberadaannya menjadi bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan bermasyarakat di Pulau Belitung.

Tak cukup sampai di situ, Museum Tanjungpandan juga mengoleksi bebatuan alam yang cukup menarik. Batu Satam yang jadi primadona di Belitung juga bisa ditemui. Beranekaragaman bebatuan alam ini memberikan kita informasi bahwa aktivitas pertambangan sudah sejak dulu dilakukan di Belitung terutama pertambangan timah. Oh ya, ada juga loh beberapa maket tambang timah yang menunjukkan berbagai cara penambangan tempo dulu.

Puas di area dalam, Anda bisa menikmati suasana yang berbeda di bagian belakang museum. Outdoor area (seperti digambarkan di awal tulisan ini) terdapat Mini Zoo yang menarik. Berbagai jenis burung, ikan, kelinci, monyet, ular, buaya, dan hewan lainnya bisa Anda lihat.

Di akhir pekan, Museum Tanjung Pandan cukup ramai dikunjungi. Baik dari kalangan pelajar yang biasanya menggelar study tour atau wisatawan umum yang datang dari berbagai daerah. Lokasinya yang strategis, dekat dengan Pantai Tanjungpendam dan Kota Tanjungpandan, menjadikan Museum Tanjungpandan menjadi alternatif Anda untuk berlibur sembari belajar. Tunggu apalagi? (BBR)


Penulis :Ichsan Husein
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview