Mutiara Ramadhan Melatih Hati

Admin
Mutiara Ramadhan Melatih Hati
Foto:(IST)

“Ingatlah bahwa dalam jasad ada segumpal daging, jika ia benar, maka benarlah seluruh jasad tersebut. Dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad tersebut. Ingatlah, bahwa ia adalah hati.” (HR Bukhari Muslim). Berbicara tentang 'hati', tidak pernah ada yang tahu perasaan seseorang kecuali orang yang merasakannya itu sendiri dan Allah SWT Sang Pemilik Hati. Hati berperan sangat penting & strategis dalam menentukan kehidupan seseorang.

Seseorang bisa selamat karena hati, bahkan bisa hancur karena masalah hati juga. Sepertinya terlihat simple, tetapi kadang sangat sulit untuk dipraktekkan. Di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini, hati adalah salah satu fokus utama dari perbaikan diri Kita, yakni bagaimana mengupayakan hati untuk selalu istiqomah tunduk beribadah kepada Allah SWT dengan amal – amal yang Allah cintai.

 Mengapa “hati” ? Kondisi hati sifatnya selalu cepat berubah. Perubahan demi perubahan hati ini memerlukan perhatian yang sangat serius. Di setiap momen – momen ibadah & amal yang Kita lakukan,

bisikan demi bisikan hati mulai bekerja untuk menentukan apa sebenarnya tujuan ibadah Kita lakukan. Terkadang niat hati baik diawal, tanpa disadari ternyata telah berubah kearah yang lain. Perlu musahabah diri setiap saat. Untuk menjaga hati tetap pada kebaikan. Hati juga sangat penting karena Allah menilai kualitas amal ibadah Kita dari niat hati. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya (sah dan tidaknya) amal perbuatan dengan niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang dia niatkan.

” (HR Bukhari Muslim). Jika ada dua orang bersedekah di bulan puasa, nilai nominal sedekahnya sama dan dilakukan pada waktu yang sama, maka belum tentu sama nilai pahalanya di sisi Allah SWT. Bisa jadi yang satu pahalanya sangat tinggi karena saat melakukan sedekah, hatinya ikhlas dan sementara yang satunya tidak bernilai apa – apa karena saat bersedekah niat hatinya ingin dilihat orang lain atau riya'. Begitu dahsyatnya arti sebuah “hati” dalam gerak – gerik Kita.

Inilah kenapa hati perlu Kita tata dan latih untuk terus dalam kebaikan Saat hati mulai berubah, kembalikan ke niat baik semula. Usaha ini tidak bisa dilakukan hanya sekali dua kali tapi terus berkali – kali selama hidup kita agar terbiasa.

Dibulan Ramadhan ini, Allah beri kesempatan kepada Kita untuk berpuasa menahan syahwat perut dan kemaluan agar Kita mampu menjauhi dari kemaksiatan. Dengan jauh dari kemaksiatan, maka Insya Allah hati Kita bisa menjadi bersih. Inilah hati yang menjadi sumber keyakinan dan amal perbuatan. Jika hati baik maka baik pula seluruh amal ibadah Kita, begitu juga sebaliknya, jika hati kita buruk maka akan buruk pula amal perbuatan Kita. Selamat berpuasa, semoga Allah SWT memberkahi hati dan amal ibadah Kita semua. Aamiin. (*)