Nasib Pilu H. Wel, Petani Cabai di Tengah Pandemi Covid-19

Ibnuwasisto
Nasib Pilu H. Wel, Petani Cabai di Tengah Pandemi Covid-19
Petani Cabai, H. Wel bersama dengan Ketua DPK HKTI Kabupaten Bangka, Jupri AS saat mengunjungi kebun cabai di Desa Rambak, Kecamatan Sungailiat Bangka, Jum'at (1/5/2020). (Foto.Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Akibat adanya penyebaran wabah pandemi Covid-19 dampaknya sangat dirasakan oleh semua sektor, mulai dari sisi pendidikan, kesehatan, perdagangan maupun pertanian. Dari sektor pertanian, beberapa petani cabai mulai merasa terpuruk akibat keadaan pandemi virus corona ini.

Salah satu kendala yang dihadapi oleh para petani cabai khususnya yang ada di Kabupaten Bangka adalah harga pasaran semua jenis cabai yang ada semuanya turun drastis. Keadaan ini diperparah di saat masa panen raya sudah ditengah mewabahnya pandemi Covid-19.

Menurut salah satu petani cabai yang ada di Desa Rambak Kecamatan Sungailiat Bangka, H. Wel turunnya harga cabai saat ini diakibatkan karena permintaan dari pasar menurun ditambah beberapa petani cabai sedang panen raya. Beberapa pembeli yang datang ke pasar yang jauh berbeda bisa dikatakan sangat sepi.

"Kasihan pada petani cabai ini, sudah proses budidayanya susah, modalnya besar dan butuh ketelatenan ekstra bukannya mendapatkan untung malah dapat rugi. Bisa balik modal saja sudah bersyukur. Saat ini harga cabai besar Rp. 10.000 per kilogram dan untuk harga cabai rawit paling tinggi hanya Rp. 15.000 per kilogram," ucap H. Wel yang sudah bertani dari tahun 1990 an, Jum'at (1/5/2020).

Selain menanam 7.000 batang pohon cabai, dia juga menanam melon, tomat dan ubi jalar di lahan seluas 3.5 hektar. Ia sangat terpukul dan mengeluhkan dengan harga cabai saat ini.

"Disaat seperti ini pemerintah seharusnya turut memikirkan bagaimana nasib para petani disaat dilanda musibah alam, dari sektor hulu sampai ke hilirnya. Jadi kami sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah dalam menghadapi musibah ini," tegasnya.

Melihat kondisi seperti itu, Ketua DPK HKTI Kabupaten Bangka, Jupri AS mengatakan jika intervensi pemerintah dalam menjamin keberlangsungan para petani tidak bisa fokus dalam satu sektor saja, mengingat wabah pandemi Covid-19 ini menyerang di seluruh sektoral dan semuanya perlu diatasi.

Ia menegaskan jika saat ini pemerintah lebih memfokuskan untuk menanggulangi memutus mata rantai penyebaran virus corona dan membantu masyarakat yang mengalami dampak langsung Covid-19.

"Kami mengharapkan, kedepan pemerintah dapat memberikan suatu jaminan kepada petani mengenai harga jual komoditi disaat terjadi suatu musibah seperti sekarang ini. Kita menginginkan agar kondisi seperti ini tidak berlarut-larut, dan kehidupan para petani dapat kembali stabil," tutup Jupri AS. (BBR)


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review