Nelayan Hampir Jadi Korban Lubang Camuy, Ini Pengakuan CV GAM

Admin
Nelayan Hampir Jadi Korban Lubang Camuy, Ini Pengakuan CV GAM

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Setelah sempat dihebohkan dengan adanya nelayan sungkur asal Kampung Nelayan, Toboali yang terperosok kedalam lubang galian aktivitas tambang Ponton Isap Produksi (PIP) yang diduga dilakukan CV Gemilang Abadi Makmur (GAM).

Terkait hal tersebut, akhirnya pihak CV GAM memberikan klarifikasi.

Awal mulanya, nelayan sungkur asal Kampung Nelayan, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan nyaris terkubur saat mencari udang dengan cara menyungkur.

Nelayan terasebut terperosok ke dalam lubang bekas tambang laut jenis Ponton Isap Produksi (PIP) yang saat ini sedang melakukan aktivitas penambangan timah di laut setempat.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua RT 01 RW 02 Kampung Nelayan Kecamatan Toboali, Samsul kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Dikatakan Samsul, kejadian yang menimpa warganya tersebut terjadi sekitar tiga hari lalu saat nelayan tersebut sedang menyungkur udang di perairan Kampung Nelayan.

Sementara itu, Ega selaku Komisaris CV GAM mengatakan, pihaknya tidak bisa memastikan lubang bekas tambang tersebut disebabkan oleh PIP yang berada dibawah bendera mereka atau bukan.

"Hampir 2 Minggu SPK dari PT Timah keluar tanggal 17 Januari, kami belum bekerja. Kami baru mulai bekerja melakukan penambangan tanggal 23 Januari, sehingga secara logika kalau ada lubang bekas camui (bekas lubang tambang) disitu atau segala macam, kami awal belum melakukan penambangan," ungkapnya.

Ega mengatakan, disitu beberapa perusahaan mitra yang melakukan penambangan, bukan hanya CV GAM yang kerja disitu.

Saat ditanya terkait kemungkinan memang benar lubang camuy tersebut milik CV GAM, pihaknya mengatakan tidak menutup kemungkinan hal tersebut.

"Disitu ada sekitar dua ratus ponton yang beroperasi, bisa jadi iya (camuy aktivitas CV GAM) bisa jadi tidak," tegasnya.

Terpisah, Kabag Ops Polres Bangka Selatan AKP Surtan Sitorus usai melakukan mediasi dengan perwakilan warga kampung Padang di Posko Pengamanan PIP di Sukadamai mengatakan akan menindaklanjuti keluhan warga tersebut.

"Kami sudah dengar keluhan dari perwakilan masyarakat Kampung Nelayan tadi, kami akan langsung cek, hasilnya nanti kami sampaikan ke PT Timah selaku pemegang IUP sebagai bahan evaluasi," tutupnya. (BBR)

Laporan: Andre
Editor: Irwan