Nenek Sebatang Kara Ini Tak Risau Lagi Rumahnya Akan Rubuh

Irwan
Nenek Sebatang Kara Ini Tak Risau Lagi Rumahnya Akan Rubuh

SIMPANG RIMBA, BABELREVIEW.CO.ID — Setiap orang pasti ingin hidup bahagia pada hari tua dan dapat bercengkrama bersama orang-orang tercinta.

Namun nasib berbeda dialami Nenek Sumartini (67), warga Bangka Kota, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, selama berpuluh tahun hidup sebatang kara.

Suaminya yang merupakan pensiunan Guru meninggal dunia pada Tahun 1999 yang lalu.

Nenek Sumartini hanya mengandalkan uang pensiunan suaminya untuk kebutuhan sehari-hari dan bantuan dari tetangga sekitar.

Tak hanya itu, Nenek Sumartini juga tinggal di gubuk yang sudah reot dan tidak layak huni.

Saat angin berhembus kencang, Nenek Sumartini merasa khawatir rumah yang ditinggalinya roboh dan reruntuhan menimpanya.

"Kalau angin kencang saya merasa khawatir, takut rumah roboh. Karena saat angin kencang rumah jadi goyang-goyang,” ucapnya, Rabu (25/11/2020).

Namun, saat ini Nenek Sumartini merasa bahagia karena  mendapatkan rezeki, rumahnya yang hampir roboh direnovasi oleh PT Timah Tbk.

Diiringi isak dan tangis, Ia mengucapkan terimakasih kepada karena rumah yang beralaskan papan dan hampir runtuh, direhab menjadi rumah yang layak dan nyaman.

“Syukur Alhamdulillah perasaan senang ada rumah baru,” ucap Nenek Sumartini dengan mata berkaca-kaca.

Saat ini Nenek Sumartini tidak merasa takut lagi apabila ada angin kencang.

Laporan: Gusti

Editor: Irwan