ODP Yang Nakal Akan Dijemput Paksa 

Ahada
ODP Yang Nakal Akan Dijemput Paksa 
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman. (Ist)
PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- 
Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, ternyata orang yang masuk kategori PDP dan yang positif covid-19, kecenderungannya adalah disebabkan kontak dengan pendatang. 
Menyikapi hasil evaluasi inu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman meminta kepada masyarakat yang datang dari luar Bangka dan Belitung harus mematuhi imbauan pemerintah untuk mengisolasi diri sendiri secara mandiri, maupun dengan sering memberikan informasi kepada satuan tugas dengan menggunakan applikasi Covid-19.  
“Kita berharap masyarakat kita rajin memberikan informasi kepada satgas. Kalau informasinya rajin, maka akan lebih sangat terpantau. Makanya sering dikumandangkan dengan tanda pagar #jujuritulebihbaik karena dengan kejujuran inilah salah satu kekuatan bagi kita secara bersama-sama dapat memutus mata rantai penyebaran virus. Aplikasi ini berhasil apabila masyarakat pun disiplin,” ungkap Gubernur.
Dalam penggunaan aplikasi tersebut, Kabid E-government, Diskominfo Pemprov Kepulauan Babel, Adhari menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan oleh penumpang yang yang tiba di bandara saat mendaftar menggunakan aplikasi dan mendapatkan gelang penanda.
"Para penumpang yang tiba akan mendaftar di aplikasi kita. Ketika mereka keluar 100 meter dari rumah, mereka akan terdeteksi, yang artinya mereka tidak mematuhi. Nanti satgas covid di bandara akan mencoba kooperatif sementara dengan menggunakan telpon,” ujar Kabid Adhari.
Kemudian melalui aplikasi dapat dilihat pergerakannya telah beberapa kali melakukan pelanggaran-pelanggaran. Akan ditanya alasan pendatang yang terdaftar tersebut melakukan pelanggaran.
Apabila tidak dapat ditolerir, maka akan dijemput paksa untuk ditempatkan dikarantina provinsi.
"Untuk selama 14 hari, mereka harus melaporkan melalui aplikasi untuk memberi tahu seperti, berapa suhu badannya? apakah mereka ada di rumah dengan foto selfie? Dan video selfie selama sepuluh detik. Pada hari ke 14, mereka dapat menyerahkan gelang penanda tersebut kepada satgas covid terdekat,” ungkapnya.
"Data yang dibutuhkan satgas untuk pendaftaran informasi pada aplikasi berupa nomer telpon, foto KTP, NIK, dan riwayat kesehatannya. (*/BBR)