PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Iqbal, oknum dari Bea dan Cukai Pangkalpinang yang beberapa waktu lalu melakukan tindakan intimidasi hingga pengancaman kepada sejumlah rekan wartawan yang tengah menjalankan tugas liputan, akhirnya mengajukan permintaan maaf yang sungguh-sungguh di hadapan awak media pada hari Selasa (21/1/2026).
Permintaan maaf yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bea dan Cukai Pangkalpinang ini dihadiri oleh beberapa awak media, serta beberapa pejabat dari lingkungan Bea dan Cukai Pangkalpinang yang turut menyaksikan momen tersebut.
Dalam penyampaiannya, Iqbal menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada awak media yang menjadi korban tindakan tidak pantasnya beberapa waktu yang lalu.
“Di sini saya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang terjadi ke teman-teman wartawan yang kemarin sedang melakukan tugas liputan,” ujar Iqbal dihadapan awak media.
Ia menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan pada saat itu terjadi dalam kondisi emosional yang tidak terkendali, akibat dari kesalahpahaman yang terjadi saat proses liputan yang dilakukan oleh para wartawan di lokasi.
“Saya menyadari bahwa pada saat itu saya telah melakukan kesalahan yang tidak dapat diterima. Tindakan intimidasi dan pengancaman yang saya lakukan kepada teman-teman wartawan bukanlah hal yang benar, terutama karena mereka sedang menjalankan tugas yang menjadi kewajiban dan hak mereka sebagai profesional media,” tambahnya.
Iqbal juga menyampaikan bahwa ia telah menyadari betul pentingnya peran wartawan dalam menyampaikan informasi yang akurat dan transparan kepada masyarakat, termasuk terkait pelaksanaan tugas oleh instansi pemerintah seperti Bea dan Cukai.
“Saya menyadari bahwa peran awak media sangat krusial dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas kerja instansi kami. Tindakan saya yang lalu justru menghambat proses tersebut dan merusak hubungan baik antara Bea dan Cukai dengan dunia pers, yang selama ini telah terjalin dengan baik,” jelas Iqbal.
Sementara itu, Arya perwakilan wartawan yang hadir pada kesempatan itu juga memberikan tanggapan, menyampaikan bahwa permintaan maaf yang diajukan oleh Iqbal telah diterima dengan lapang dada. Namun, mereka juga mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan, dan mengharapkan agar hubungan antara Bea dan Cukai dengan dunia pers dapat kembali pulih dan menjadi lebih baik.
“Kami menerima permintaan maaf dari pak Iqbal. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, bahwa kerja sama yang baik antara instansi pemerintah dan media massa sangat penting untuk kemajuan daerah dan negara,” ucap Arya.
Pada akhir pertemuan, Iqbal kembali menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya dan berjanji akan tidak pernah lagi melakukan tindakan yang sama atau menyalahgunakan wewenangnya dalam menjalankan tugasnya. Ia juga berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman tentang peran dan hak wartawan, serta akan lebih profesional dalam menghadapi segala bentuk interaksi dengan dunia pers di masa depan.
“Saya sekali lagi meminta maaf yang sebesar-besarnya. Saya berjanji akan belajar dari kesalahan ini dan menjadi pribadi yang lebih baik serta lebih profesional dalam menjalankan tugas saya sebagai aparatur Bea dan Cukai. Semoga teman-teman wartawan dapat memberikan kesempatan kepada saya untuk memperbaiki diri dan membangun hubungan yang baik kembali,” pungkas Iqbal dengan penuh harapan.









