Oktia Wulandari Ikut Modelling, Kok Bisa?

Ahada
Oktia Wulandari Ikut Modelling, Kok Bisa?
Oktia Wulandari. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Tak sedikit yang mengagumi atau memuji orang-orang yang memiliki hobby travelling atau jalan-jalan.

Pasalnya, para traveller ini terlihat mampu menikmati hidup dengan cara yang tak biasa, salah satunya menjelajahi alam.

Hobby yang satu ini biasanya didominasi para pria atau cowok. Wajarlah, karena saat menjalani hobbi ini,  para traveller bisa berhadapan dengan banyak rintangan dan tantangan selama perjalanan.

Karenanya tida heran, jika  banyak para wanita/cewek berfikir dua kali untuk melakoni hobbi tersebut.

Tapi sebenarnya, inilah yang membuat cewe traveller cukup spesial. Mereka lebih bisa menghadapi hal-hal tak terduga, sehingga membuat mereka menjadi pribadi yang lebih tangguh.

Hal ini pula yang Babel Review lihat dari sosok gadis cantik asal Pangkalpinang, Oktia Wulandari.

Berkesempatan untuk berbincang dan bersama dengannya dalam perjalanan mendaki Bukit Pinteir, telah membuka pandangan baru tentang sosok wanita yang ulet dan tangguh.

Tak tampak guratan letih dari wajah Okti. Kakinya terus melangkah menapaki tangga-tangga buatan menuju puncak Bukit Pinteir yang terletak di Kelurahan Dul Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah ini.

Bahkan dalam perjalanan tersebut sesekali candaan pun masih terucap darinya ditengah nafas yang terengah-terengah.

Kepada Babelreview.co.id, Okti sapaan akrabnya menceritakan bagaimana dirinya bisa terjun ke dunia modeling.

"Sejak SMP ku lah hobby jalan-jalan bang, kawan ku kebanyakan cowo soalnya, jadi waktu milih dan terjun di dunia model ketika SMA guru-guru SMP pada kaget, Kok Bisa ??," katanya kepada Babel Review.

Terjun di dunia Modelling, Okti mengatakan tak lepas dari kesukaannya pada seni tari. Hobby nya yang satu ini pun telah mengantarkannya meraih sejumlah prestasi.

Bahkan Ia pernah mewakili Bangka Belitung lomba Parade Tari Nusantara yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tahun 2019, lalu.

Saat ini dirinya tergabung di dalam sanggar yang bisa dikatakan berperan penting terhadap perkembangan karirnya yakni Sanggar Seni Peraupinang Pangkalpinang. Selain itu ia juga tergabung dalam Management Vici Dance.

" Alhamdulillah, pada tahun 2017 pernah juara 3 FLS2N seni tari tingkat Kabupaten Bangka Tengah dan pada tahun berikutnya berhasil meraih juara 1 pada ajang dan tingkatan yang sama," ungkapnya.

Kegigihan gadis yang lahir tepat pada hari peringatan Sumpah pemuda, 28 Oktober 1999 silam, semakin membuat kami kagum.

Tak hanya terlihat gigih saat mendaki, Ia juga ternyata gigih dan ulet terhadap apa yang dicita-citakan, dengan konsistensinya berlatih dan menimba ilmu.

Karena itu, pada tahun 2019 dan 2020 bisa dibilang menjadi tahun terbaiknya dalam hidup.

Sejumlah prestasi pun kembali bisa diraihnya, antara lain Winner Cece Koko Provinsi Babel 2019, Winner Putri Batik Provinsi Babel 2019, Top 8 Putri Pariwisata Indonesia Provinsi  Babel 2019, Dayang Berbakat Bangka Tengah 2019, Puteri Wisata Provinsi Babel 2020, Runner Up 2 Puteri Pariwisata Indonesia 2020 dan Puteri wisata berbakat Indonesia 2020. (BBR)
Laporan: Diko S