Olah Sampah Pasar Pagi, Mahasiswa KKN UBB Produksi 800 Botol POC Siap Dibagikan

Ahada
Olah Sampah Pasar Pagi, Mahasiswa KKN UBB Produksi 800 Botol POC Siap Dibagikan
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bangka Belitung (UBB) Angkatan XV 2020 untuk  Kelurahan Batin Tikal, sedang memisahkan sampah pelastik asal Pasar Pagi Pangkalpinang,  Rabu (15/07/2020). (IST)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bangka Belitung (UBB) Angkatan XV 2020 untuk  Kelurahan Batin Tikal, sedang memisahkan sampah pelastik asal Pasar Pagi Pangkalpinang,  Rabu (15/07/2020). (IST)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bangka Belitung (UBB) Angkatan XV 2020 untuk  Kelurahan Batin Tikal, sedang memisahkan sampah pelastik asal Pasar Pagi Pangkalpinang,  Rabu (15/07/2020). (IST)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID --  Sedikitnya 400  botol pupuk organik cair (POC) hasil fermentasi sampah Pasar Pagi Pangkalpinang berhasil dipanen oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bangka Belitung (UBB) Angkatan XV 2020 untuk  Kelurahan Batin Tikal, Pangkalpinang,  Rabu (15/07/2020).

Brema Sinuhaji, Ketua Devisi Lingkungan  KKN Batin Tikal, mengemukakan POC yang dipanen itu  merupakan hasil fermentasi sampah organik berupa  kulit buah nanas, jeruk, sayur-mayur, bonggol pisang, rebung, dan  tomat. 

“POC itu kita panen setelah  sebelumnya difermentasi menggunakan  bioaktivator selama 21 hari  di Laboratorium Agribisnis, Kampus Terpadu UBB, Balun Ijuk,” ujar Brema, mahasiswa Prodi Agribisnis didampingi  Ani Tias Kusumaningrum, mahasiswa Prodi Biologi. 

Dikemukakan,  400 botol POC yang dipanen terdiri dari 184 botol  POC kulit nanas, POC  jeruk 29 botol,  POC tomat 50 botol,  POC campuran sayur-mayur 53 botol, POC  bonggol pisang dan rebung 84 botol.  

“POC yang dikemas dalam botol itu  nantinya akan  kita bagikan kepada warga Kelurahan Batin Tikal,   terutama Ibu-ibu PKK yang tergabung dalam Kelompok  Toga.  Mereka merupakan  pecinta tanaman dan pelaku urban farming (pertanian di perkotaan-red),” tukas Brema.

KKN UBB Batin Tikal  sendiri beranggotakan  15 mahasiswa dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) Eddy Jajang J Atmaja,  selama satu bulan lebih --  terhitung sejak 15 Juli hingga 19 Agustus --  melaksanakan kuliah kerja nyata di Kelurahan Batin Tikal Kecamatan Tamansari Pangkalpinang.

Selain  membuat dan kemudian membagikan POC kepada warga setempat, mereka juga mempraktikkan  cara membuat POC kepada Ibu-ibu PKK.

Termasuk juga cara penggunaan  POC,  baik untuk tanaman hias dan hortikultura.

Di tempat terpisah, Hamidah Siffa Garishah (Ketua Devisi Kemasyarakatan KKN Batin Tikal) mengemukakan bahan membuat  POC dapat berasal dari sampah organik rumah tangga. 

Seperti potongan sayur-mayur, kulih buah-buahan, kulit bawang, sisa nasi dan sebagainya.

“Selama ini,  ibu-ibu rumahtangga belum banyak tahu, apalagi  memanfaatkan sisa dapur berupa bahan organik sebagai POC.  Yang terjadi justeru bahan-bahan itu dibuang ke tong sampah. Padahal sampah organik selain menyuburkan tanah, juga menghasilkan banyak  uang,”  jelas Hamidah, mahasiswa dari Prodi Agrotek UBB.

Penggunaan POC secara terus menerus.. 

  • Halaman
  • 1
  • 2