Operator Seluler Dinilai Tidak  Perduli Warga Terdampak Covid-19 di Bangka Belitung

Ahada
Operator Seluler Dinilai Tidak  Perduli Warga Terdampak Covid-19 di Bangka Belitung
Ilustrasi. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Saat ini hampir semua usaha terpuruk. Banyak perusahaan sebulan terakhir ini merumahkan para pekerja atau karyawan. 

Pasalnya, sebagian besar perusahaan ini menghentikan aktivitas maupun produksinya.  Hal ini dikarenakan dampak dari kebijakan pemerintah dalam menerapkan social distancing, physical distancing serta program #DiRumahSaja.

Kondisi seperti ini praktis telah banyak memberikan dampak terhentinya berbagai usaha maupun bidang jasa.

Namun berbeda dengan perusahaan operator seluler, seperti Telkomsel, XL maupun IM3, kondisi ini justru memberikan dampak positif terhadap keuntungan dan aktivitas perusahaan.

Dengan kondisi hampir seluruh rakyat Indonesia yang sekarang ini lebih banyak di rumah, maka komsumsi yang berkaitan dengan informasi, komunikasi, publikasi dan silahturrahmi dilakukan melalui jaringan seluler.

Sehingga tak bisa dipungkiri, konsumsi paket pulsa, maupun paket data menjadi membengkak.

Kondisi inilah, yang membuat perusahaan telpon seluluer diyakini meraup untung besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Selama dua bulan ini, saya bisa membeli pulsa dan paket data 3-4 kali. Setiap kali membeli berkisar Rp 100.000. Bulan-bulan sebelumnya paling maksimal pengeluaran saya untuk seluler ini sekitar Rp 250.000," ujar Tomi.

Cerita Tomi ini mungkin sama dengan jutaan masyarakat Indonesia lainnya di Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Untuk di Negeri Serumpun Sebalai ini, pengguna produk Telkomsel paling banyak dibandingkan produk XL maupun IM3.

"Sekarang ini semuanya serba online. Belajar online, belanja online, pedagang promosikan usaha lewat online, kuliah online, untuk silahturrahmi dengan teman dan keluarga juga online. Hitung saja berapa besar pengeluaran membeli pulsa atau paket data," ujar Soleh, salah seorang warga Kota Pangkalpinang.

Hanya saja, sejumlah warga yang diminta pendapatnya tentang keperdulian perusahaan operator seluler ini, menilai bahwa mereka belum melihat keperdulian perusahaan seluler ini terhadap masyarakat terdampak covid-19, khususnya di Bangka Belitung.

"Mohon maaf, kalau di Bangka Belitung ini saya belum melihat adanya pihak operator seluler seperti Telkomsel, XL maupun IM3 membantu warga. Padahal kita tentu yakin keuntungan mereka saat ini bisa lebih besar jika dibanding tahun sebelumnya," timpal Fajri.

Dibandingkan perusahaan-perusahaan lainnya, saat ini mungkin hanya perusahaan operator seluler yang menikmati untung dari kondisi pandemi corona ini.

Sementara perusahaan lainnya lebih banyak tutup dan menghasilkan pengangguran karena para pekerja dan karyawan banyak dirumahkan.

"Hanya sayangnya, keuntungan yang besar itu, tidak berbalik dengan kebaikan terhadap sebagian saudara kita yang saat ini membutuhkan sembako untuk bertahan hidup. Entah mengapa perusahaan seluler ini seperti tidak perduli," ujar Fajri. (BBR)
Laporan: @hada