Orang Tua Korban Jatuhnya Lion Air JT 610 Kecewa Pencarian Tak Prioritaskan Korban

kasmirudin
Orang Tua Korban Jatuhnya Lion Air JT 610 Kecewa Pencarian Tak Prioritaskan Korban
Orang tua korban Lion Air JT 610 Rizal Gilang Perkasa dan Wita Seriani, merasa kecewa kedua anak dan menantunya belum ditemukan. (foto:Irwan)

SUNGAILIAT, BABEL REVIEW – Jenazah Kyara Aurine Damendra Giwitri, balita berusia 1,3 tahun yang menjadi korban kecelakaan Lion Air JT 610 di Perairan Tanjung Karawang pada 29 oktober 2018 silam telah teridentifikasi tim DVI Mabes Polri melalui DNA.

Namun jenazah kedua orang tuanya yakni Rizal Gilang Perkasa dan Wita Seriani yang turut menjadi korban, belum juga ditemukan atau teridentifikasi sampai saat ini.

Jenazah Kyara bersama 5 jenazah korban kecelakaan Lion Air lainnya tiba di Terminal Cargo Bandara Depati Amir, Sabtu (24/11/2018) pagi menggunakan pesawat Lion Air.

Setelah dilakukan upacara serah terima jenazah kepada keluarga korban di Crisis Center Bandara Depati Amir, keluarga langsung membawa jenazah ke rumah duka.

Suasana haru pun menyelimuti rumah duka yang terletak di Kelurahan Parit Padang, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Kerabat dan tetangga berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan bela sungkawa.

Usai disholatkan, jenazah balita mungil itu dimakamkan di TPU Parit Padang. Keluarga pun tak dapat membendung rasa sedih kehilangan anggota keluarganya.

Anshori, orang tua Wita Seriani mengungkapkan kekecewaannya karena anaknya dan menantunya hingga kini tidak jelas keberadaannya atau belum juga teridentifikasi.

Pihak keluarga juga menilai ketika pada masa proses pencarian pihak terkait atau Basarnas tidak memprioritaskan untuk mencari korban, namun lebih memprioritaskan pencarian puing pesawat.

“Harapan saya bagaimana pun jenazah anak saya dapat ditemukan sama aparat yang terkait ada kesungguhan lah dari awal saya sudah mengamati di Jakarta tidak ada memperioritaskan jenazah korban namun memprioritaskan sipingan-sipingan pesawat di Dermaga Tanjung Priok, kita tekan sedikit baru prioritas kepada korban sangat kecewa saya,” ujar Anshori.

Ia pun optimis bila ada keseriusan dan kesepakatan mencari korban kembali, anak dan menantunya beserta korban lain dapat ditemukan. Untuk itu ia berharap agar proses pencarian korban dilanjutkan.

“Prediksi saya tidak mungkin terangkat semua benar nyatanya, saya menunggu di rumah sakit itu berharap sekaligus bersama bapak dan ibunya (Gilang dan Wita), tapi sampai terakhir harapannya hampa. Saya optimis kalau ada kesungguhan sepakat mencari kembali saya sangat optimis menantu dan anak saya, mencari jangan memantau tolong sampaikan kepada di pusat sana dan petinggi-petinggi,” tambah Anshori. (BBR)


Penulis : Irwan   
Editor   : Kasmir
Sumber :Babelreview