Ormawa KM FE UBB Bersama Disperindag Babel Launching “Madu Kampoeng” Desa Pebuar

Kasmirudin
Ormawa KM FE UBB Bersama Disperindag Babel Launching “Madu Kampoeng” Desa Pebuar
Ormawa KM Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung saat membantu melaunching produk Madu Kampoeng Desa Pebuar, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, pada Senin (28/12/20). (Foto: UBB)

JEBUS, BABELREVIEW, BABELREVIEW.CO.ID  -- Ormawa KM Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Bangka Belitung (UBB) membantu melaunching produk unggulan khas Desa Pebuar, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, dalam kegiatan bina desa. Produk yang dilaunching yaitu madu kelulut dengan merek "Madu Kampoeng" pada  Senin (28/12/20).

Kegiatan ini dihadiri oleh Disperindag Provinsi Babel, Disperindag Bangka Barat, PLUT-KUMKM Provinsi Bangka Belitung, Dekan Fakultas Ekonomi, kades dan perangkat Desa Pebuar serta warga sekitar.

Kegiatan launching ini salah satu bagian dari acara puncak Bina Desa Ormawa FE UBB  dan merupakan perogram kerja dari divisi kewirausahaan yang dilakukan di halaman Kantor Desa Pebuar.

Dinas Perinustrian,Perdagangan dan Koperasi Provinsi Bangka Belitung sangat berterima kasih kepada Mahasiswa Bina Desa Ormawa FE UBB .

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Ormawa Fakultas Ekonomi ini,  karena kegiatan seperti ini benar-benar sangat bermanfaat untuk masyarakat desa, terutama dalam meningkatkan potensi yang ada di desa itu sendiri dan juga meningkatkan perekonomian desa. Potensi di Desa Pebuar ini sangat luar biasa seperti madu kelulut, persawahan, dan ayam petelur. Saya berharap untuk ORMAWA KM FE UBB bisa mengadakan kegiatan serupa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Bangka Belitung, kalau bisa kegiatan ini diadakan enam sampai tujuh kali dalam setahun, tidak hanya satu minggu saja,” ungkap Subekti.

Sementara, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Reniyati mengatakan  di tahun 2021 akan terjadi reborn ekonomi. Salah satu sektor yang paling unggul adalah tanaman herbal dan produk kesehatan.

“Jadi madu ini sendiri mempunyai peluang yang sangat luar biasa baik di tingkat nasional maupun internasional, bahkan seorang konglomerat asal Inggris yang merupakan produsen mobil Rolls-Royce juga punya usaha madu. Jadi Pak Romli selaku owner Madu Kampoeng di Desa Pebuar harus bangga dan bersemangat untuk mengembangkan  usaha madu yang baru dilaunching ini," ungkap Reni.

Sementara itu Ketua Pelaksana Bina Desa Ormawa FE, Yanda Yahya menuturkan kegiatan launcing produk ini merupakan suatu bentuk kegiatan inovasi dan kreasi yang kami lakukan untuk Desa Pebuar.

“Kegiatan bina desa ataupun pengabdian merupakan salah satu program kerja dari kegiatan pengabdian ini,  terkhusus dari divisi kewirausahaan  yang tentu bertujuan untuk membantu desa lebih maju dan dikenal dengan pengembangan potensi UMKM yang ada,  dalam hal ini madu kelulut khas Desa Pebuar," tutupnya. (BBR)


Penulis : Mahasiswa UBB

Editor   : Kasmir