Pagar Tower Ini Roboh, Warga Takut Tower Juga Ikut Tumbang

kasmirudin
Pagar Tower Ini Roboh, Warga Takut Tower Juga Ikut Tumbang
Tembok pagar tower salah satu operator seluler yang roboh, di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah. (foto: Kusuma)

NAMANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Junaidi (44) dan keluarga resah.  Satu minggu ini mereka merasa khawatir dengan robohnya tembok pagar tower di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

Bahkan istri Junaidi, yakni Anani selalu ketakutan jika hujan lebat mengguyur sekitar rumahnya. Pasalnya, ibu rumah tangga 39 tahun ini khawatir, Tower Operator Seluler yang berada di belakang rumah akan tumbang, gara-gara pondasi tergerus air.

Sejak seminggu lalu, bangunan pagar tower yang berlokasi di Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah ini roboh sebagian. Bagian pagar yang roboh ini berjarak sekitar 2 meter dari dapur rumah Junaidi.

Untuk sementara, beton pagar yang hampir tumbang tersebut ditopang oleh kayu. Kondisi ini tidak layak untuk menopang beton pagar yang telah retak dan menunggu waktunya tumbang. Jarak bagian tanah longsor dengan pondasi tower sekitar lima meter.

Jika tanah tersebut terus longsor, dikhawatirkan dalam waktu dekat bisa mengganggu pondasi tower. Hal inilah yang dikhawatir Anani dan warga sekitar tower.

Menyikapi kekhawatiran Anani, sebagai suami, Junaidi telah berusaha melaporkan kondisi tower kepada perwakilan pihak yang mengelolah tower seluler tersebut. Namun jawaban dari pihak perwakilan tower belum bisa memastikan waktu perbaikan pagar beton tower. 

"Mereka hanya mengatakan akan diperbaiki. Tetapi tidak tahu kapan akan diperbaiki. Kami khawatir jika terus menerus terkena hujan, lokasi ini terus tergerus," ujar Bujung, sapaan akrab Junaidi, saat ditemui di rumahnya di Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah.

Hal sama dikhawatirkan oleh Kepala Desa Namang Wahid. Menurut Wahid, kondisi pagar tower yang longsor telah membuat ketakutan beberapa warganya yang rumahnya berdekatan dengan lokasi tower. Jika tidak segera diperbaiki, Wahid khawatir longsor semakin meluas hingga menggangu pondasi Tower.

"Kita tidak ingin ada hal-hal yang merugikan. Tinggi tower ini kalau ada 30 meteran. Jika terjadi sesuatu dengan pondasi tower, bisa mencelakai banyak rumah," tukas Wahid.

Karena itu, Wahid berharap pihak pengelolah tower segera tanggap terhadap keresahan warga. Apalagi kondisi ini sudah dilaporkan ke pihak pengelolah tower, tetapi sampai seminggu ini belum ada upaya perbaikan terhadap pagar tower.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui jaringan telpon, Sairi yang mengaku admin operator tower ini menyatakan telah mendapatkan laporan dari warga tentang kondisi pagar tower. Hanya saja, kata sairi, pihaknya belum bisa mengambil tindakan segera untuk perbaikan, karena masih menunggu hasil survei dan kajian lapangan terhadap kondisi di lokasi tower yang memiliki SITE ID: SUM-SSM-0002-M-B tersebut.

"Iya pak akan kami perbaiki, tetapi masih menunggu hasil di lapangan," ujar Sairi di ujung telpon.

Dari pantauan di lapangan, terlihat runtuhan beton pagar tower hampir menyentuh dinding dapur rumah Junaidi. Kondisi ini makin parah setiap turun hujan lebat. Pasalnya bagian tanah yang longsor akan makin lebar karena tanah sekitar pondasi terbawa air.

Pantauan babelreview di bagian tiang tower terlihat ada papan data tower, antara lain tertulis, SITE ID: SUM-SSM-0002-N-B, SITE NAME: Bandara Koba, Type of Tower: 4 Legged Tower 80 M. Fabricator Tower: PT Citramas Jaya Teknik Mandiri, Instalation: Nov 07, Contraktor: PT Aghatara. (BBR)


Penulis  : Kusuma                               
Editor    : Kasmir 
Sumber  :Babel Review