Pakwo Cerudik Bakal Merangsang Siswa Cinta Budaya Lokal

Admin
Pakwo Cerudik Bakal Merangsang Siswa Cinta Budaya Lokal
ilustrasi (foto:ist)
PANGKALPINANG, BABELREBIEW  -- Pakwo Cerudik akan menggelar tiga perlombaan bercirikan budaya Bangka. Rencananya, perlombaan yang mengangkat harkat budaya dan bahasa asli Bangka ini, akan dimulai 18-25 Maret 2018.
Ketiga kategori perlombaan tersebut antara lain lomba Menulis Kisah Begagit Bahasa Bangka, lomba Gambar Kisah Begagit Bahasa Bangka dan lomba Kelakar Bahasa Bangka

Ketua Pelaksana Pakwo Cerudik, Sumaidi alias Pak Wo menjelaskan tahapan pelaksanaan kegiatan lomba Menulis Kisah Begagit dan Gambar Kisah Begagit Bahasa Bangka, sudah dimulai dengan pendaftaran peserta lomba pada 15 Januari 2018 lalu dan berakhir pada tanggal 18 Maret 2018 mendatang. Seluruh karya formulir peserta dikirimkan melalui surat elektronik / email resmi kegiatanpakwocerudik@gmail.com.
Sedangkan penilaian seluruh karya lomba akan dimulai tanggal 25 Maret 2018.
"Hari itu juga pengumuman pemenang akan dilakukan," ujar Pak Wo.

Sedangkan untuk lomba Kelakar Bahasa Bangka akan di gelar pada puncak acara 25 Maret 2018. Sekaligus  akan diterbitkan juga Buku Kisah Bulek Ukan Edisi 2.
"Sekarang kita masih terus berproses, kita juga terus menjalin silahturrahmi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Dan kita juga masih meloby sponsor yang ingin berpartisipasi menjaga kelesatarian budaya dan bahasa daerah melalui kegiatan Pakwo Cerudik ini," papar Pak Wo.
Tujuan dari kegiatan Pakwo Cerudik ini, kata Pak Wo, ingin mengembangkan sastra khazanah melayu Bangka dalam bentuk lisan, tulisan dan terlebih dalam bentuk cerita bergambar. Pasalnya kegiatan seperti ini belum menjadi sesuatu yang akrab di telinga di dunia pendidikan khususnya bagi siswa tingkat SMA/SMK/MA. 
Untuk itu diperlukan upaya serius namun efektif agar menjadi budaya sebagai salah satu aspek Warisan Budaya Tak Benda sehingga sangat mendukung sektor unggulan pariwisata di Bangka Belitung. 

"Kami mencoba menawarkan kepada pemangku kepentingan terkait pengembangan budaya dalam format perlombaan untuk merangsang kecintaan siswa terhadap budaya daerah berbasis kearifan lokal," papar Pak Wo.
Selain itu, kata Pak Wo, kegiatan ini untuk  menumbuhkembangkan kreatifitas sastra lisan, tulisan dan gambar siswa berbasis budaya lokal sehingga mampu menjadi salah satu potensi dan daya tarik pariwisata edukasi.
Tujuan kegiatan adalah peningkatan kesadaran dan kecintaan pada budaya lokal sehingga diharapkan mampu memberikan ruang kreatif dan nilai tambah baik budaya maupun ekonomi. (BBR)