Pangkalan Elpiji H Yusuf Desa Neknang Jual  Gas Melon Rp 20 Ribu per Tabung

Ahada
Pangkalan Elpiji H Yusuf Desa Neknang Jual  Gas Melon Rp 20 Ribu per Tabung
Ilustrasi. (Ist)

BAKAM, BABELREVIEW.CO.ID -- Pangkalan gas milik H Yusuf di Desa Neknang Kecamatan Bakam menjual gas melon di atas harga HET yakni Rp 20000 pertabung.

Akibatnya, sebagian warga setempat mengeluh dan meminta pihak terkait untuk menegur pemilik pangkalan.

"Warga terpaksa harus membeli karena pasokan gas di desa kami sangat terbatas. Memang di sini ada dua pangkalan gas, tapi tidak mencukupi. Jadi biar mahal terpaksa harus dibeli dari pada tak punya gas," ungkap MA, salah seorang warga yang meminta identitasnya diinisialkan, Rabu (13/05/2020) malam.

Dikatakan oleh MA, penjualan gas di atas HET yakni Rp 20.000 pertabung di pangkalan H Yusuf tersebut sudah berlangsung kurang lebih tiga tahun ini.

"Kalau di Pangkalan yang satunya dijual dgn harga biasa Rp 15.900 atau Rp 16.000 pertabung. Di pangkalan H Yusuf Rp 20.000. Harga segini sudah cukup lama, kurang lebih tiga tahunan. Warga tak berani melapor, apalagi kalau protes secara terang-terangan. Karena itu kami minta bantuan media untuk mengekspose masalah ini," ujar MA.

Terpisah,  pengelola Pangkalan Gas H Yusuf bernama Ata, dihubungi BBR tak menampik jika  menjual gas ukuran 3 kg dengan harga Rp 20.000 pertabung.

Ata mengatakan, harga Rp 20.000 hanya dijual kepada orang-orang tertentu saja.

"Saya menjual seharga Rp 20.000 itu hanya ke orang-orang tertentu saja. Itu pun hanya untuk membuat efek jera. Terutama warung-warung yang saya tahu pernah menjual dengan harga Rp 25.000 hingga Rp 35.000 pertabung," jelas Ata yang merupakan anak dari pemilik pangkalan yakni H Yusuf.

Sementara itu, Kades Neknang Abu Bakar, dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Rabu (13/05/2020) malam, tak menjawab. Pesan sudah terbaca dengan tanda centang dua biru, namun hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan belum memberikan keterangan.

Camat Bakam Jaleari, dikonfirmasi berjanji akan segera mengecek ke lokasi.

"Terimakasih informasinya. Secepatnya bersama perangkat desa kami akan mengecek ke lokasi," tegas Jaleari. (BBR)
Laporan: Ichsan Mokoginta Dasin