Pangkalpinang Diserbu Penjual Durian, Harga Bisa Mencapai Rp 500.000 per Buah

kasmirudin
Pangkalpinang Diserbu Penjual Durian, Harga Bisa Mencapai Rp 500.000 per Buah
Musim buah Durian sudah tiba, sepanjang trotoar di depan Rumah Sakit Bhakti Timah Pangkalpinang dipenuhi pedagang buah durian musiman. (Foto: Diko)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Siapa yang tidak mengenal buah durian. Buah yang berkulit berduri ini hanya berbuah satu tahun sekali dan memiliki banyak penggemar, tidak terkecuali di Bangka Belitung. Baunya yang khas dengan daging lembut dan legit, membuat durian sangat di nanti-nanti setiap tahunnya.

Durian "Si Raja Buah" begitu sering disebut, kini muncul lagi. Buah dengan tekstur berduri ini kembali marak dijual di Kota Pangkalpinang. Bahkan, sejumlah trotoar di ibu kota provinsi ini menjadi tempat favorit berjualan durian. Contohnya di sepanjang trotoar di depan Rumah Sakit Bhakti Timah atau depan Transmart.

Saat musimnya tiba seperti sekarang ini, memang akan banyak yang berjual durian di pinggir jalan. Hal tersebut dilakukan untuk menarik para pembeli, agar mudah mencari buah favorit ini. Tak heran hingga satu bulan kedepan, akan banyak ditemui mobil dan motor yang sengaja berhenti di pinggir jalan untuk mencicipi buah musiman tersebut. 

Buah Durian memang menjadi salah satu primadona bagi masyarakat Bangka Belitung. Bahkan banyak yang rela menempuh jarak ratusan kilometer hanya untuk mencari dan mencicipi buah yang satu ini, dan tak sedikit yang datang dari luar daerah.

Apalagi Bangka Belitung bisa dibilang "Surganya Buah Durian". Pasalnya, banyak sekali jenis buah ini di Babel dengan rasa yang berbeda tentunya, seperti Durian Tembaga, Durian Madu, Durian Cu Ma Shi, Durian Tai Babi, Durian Jantung dan lain-lain. Ratusan hingga ribuan Durian bertumpuk menggoda mata untuk dicicipi. Setiap tahunnya trotoar jalan Pangkalpinang ini akan menjadi sasaran empuk penjual Durian, yang berasal dari berbagai daerah di Bangka Belitung.

Salah satunya Reno, warga Bukit Merapin ini mengaku telah lama berjualan di tempat tersebut. Bahkan, Ia mengungkapkan bisnis durian ini merupakan bisnis turun temurun yang dilakukan keluarganya.

"Kami disini berjualan sejak tahun 1985. Awalnya di depan Metro, kami sudah turun temurun disini, dari almarhum Pak Wo ku (paman,red), bisnis ini istilah “e abang berabang adek beradek” (abang beradik,red). Tapi kalau saya sendiri baru dari tahun 2001, mulai bantu-bantu jual disini," katanya kepada Babel Review.

Reno mengatakan, Durian yang dijual berasal dari beberapa daerah di Babel. Karena menurutnya, durian di setiap daerah memiliki keunggulan rasa yang berbeda-beda.

"Yang kami jual ini ngambil di Bangka Barat, tepatnya dari Desa Pusuk dan juga Bangka Tengah, Desa Belimbing. Sistem beli putus yang kami pakai. Artinya, kalau rusak banyak ada perjanjian bisa diganti," ujarnya.

Reno sendiri menyediakan banyak jenis Durian yang dijualnya, di antaranya ada Durian Mentega, Madu, Tembaga dan dan banyak lagi varian Durian lainnya. Ia mengatakan, kalau orang Bangka banyak memilih durian yang isinya kuning. Sementara yang madu agak sedikit peminatnya.

Reno yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja bangunan ini, mengungkapkan  keuntungan yang diperoleh cukup menggiurkan. Meski demikian tidak bisa diperkirakan berapa keuntungan per harinya secara pasti.

"Susah sih diprediksi, karena musim ini banyak berbuah jadi banyak titik orang berjualan," ungkapnya.

Harga yang dijual sangat variatif, mulai Rp 10 ribu per buah, ada yang 3 buah seharga Rp 50 ribu, ada juga yang 3 buah Rp 100 ribu. Bahkan ada Durian super dengan harga fantastis mulai dari Rp 250 ribu per buah hingga Rp 500 ribu per buah.

"Durian paling mahal Durian Cu Ma Shi. Banyak orang penasaran jadi banyak yang beli, tetapi orang luar Bangka bukan orang asli sini," sebutnya.

Dia mengungkapkan, bahkan sudah ada pembeli dari luar negeri yakni China yang sengaja datang membeli buah durian yang Ia jual.

"Tadi ada orang dari China kesini beli durian. Saya tidak tahu dia tahu dari mana, katanya diberitahu pelanggan saya," pungkasnya.

Hingga satu bulan ke depan nampaknya trotoar jalan di  Pangkalpinang, akan tetap dihuni para penjual durian musiman ini.

Tidak saja para penjual durian yang ketiban rezeki ketika musim durian tiba. Ternyata para penggemar buah berkulit duri ini juga menyambut musim durian dengan suka cita.

Riki, warga Nyelanding, merupakan salah satu pecinta buah Durian di Bangka Belitung. Hal tersebut tak berlebihan, karena Ia sangat menyukai buah yang satu ini. Bahkan satu hari Ia bisa menghabiskan 10 buah durian sendirian.

Ditambah lagi, keluarganya memiliki pohon Durian di kebun keluarga yang setiap tahunnya selalu berbuah.

"Suka durian emang sejak kecil, karena sering makan. Apalagi keluarga saya juga doyan makan durian, jadi cocok lah," ungkapnya.

Tak hanya menikmati durian dari kebun keluarganya, Riki mengatakan setiap tahunnya juga sering membeli buah durian yang dijual di pinggir jalan seperti di Trotoar Jalan Jenderal Sudirman Pangkalpinang dekat Transmart ini.

"Dari dulu setiap tahun kalau ada jual disini pasti mampirlah setiap lagi ke Pangkalpinang, ini kebetulan juga habis dari Transmart, jadi nyicip dulu sebelum pulang," ujarnya. (BBR)


Penulis  : Diko
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review