Pariwisata Desa Deniang di Era New Normal

Ahada
Pariwisata Desa Deniang di Era New Normal
Putri Ariska Mahasiswi FISIP UBB

Pariwisata Desa Deniang

di Era New Normal

Oleh : Putri Ariska
Mahasiswi FISIP UBB



BABELREVIEW.CO.ID -- CORONA Virus Disease atau yang sering kali kita dengar dengan nama COVID-19 merupakan sebuah wabah yang berbahaya dan menular dengan cepat.

Siapa saja bisa terkontaminasi oleh virus itu yang mengakibatkan pemerintah memberlakukan Social Distancing, Physical Distancing, dan New Normal yang merupakan sebuah tatanan baru untuk menghadapi wabah COVID-19 yang mana masing-masing negara mempersiapkan protokol kesehatan dalam menghadapi COVID-19.

Tidak bisa dipungkiri COVID-19 berdampak bagi sebagian sektor ekonomi, salah satunya pariwisata.

Salah satu desa pariwisata yang terletak di Desa Deniang yang berada di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Wisata tersebut adalah Pantai Pulau Tiga Bio yang terletak di Dusun Aik Antu, Desa Deniang dengan pemandangan laut biru, hamparan batu granit, pohon kelapa yang menjulang tinggi di sekeliling pantai serta banyak spot foto yang memanjakan mata bagi para pecinta fotografi.

Pantai ini memang belum terlalu banyak dikenal khalayak ditambah lagi saat COVID-19 menyerang.

Hal ini menyebabkan pariwisata tersebut semakin sepi dikunjungi oleh wisatawan, hanya pada saat weekend terdapat beberapa wisatawan yang datang ke pantai tersebut.

Penjual yang berjualan di sekitar pantai turut merasakan dampak wabah COVID-19 yakni dagangan mereka sepi pembeli.

Mahasiswa KKN UBB Desa Deniang menyempatkan waktu di sela-sela kegiatan kerja mereka untuk datang ke tempat wisata tersebut dan melakukan survei dan juga kegiatan bersih-bersih pantai bekerja sama dengan Bank Sampah Desa Deniang sebagai tempat penyaluran sampah demi terjaganya kebersihan dan keindahan pantai serta membagikan foto-foto di akun resmi instagram KKN UBB Desa Deniang yang diharapkan bisa membuat pantai tersebut lebih dikenal khalayak ke depannya.

Di era new normal ini pariwisata memasuki era baru. Sektor tersebut lebih mengutamakan protokol kesehatan untuk mengurangi potensi merebaknya wabah COVID-19 yang bisa menarik beberapa keuntungan  yakni  mengembangkan wisata, dan membangun kepercayaan para wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata dengan perasaan nyaman.

Selain itu kesempatan untuk meningkatkan kualitas wisata domestik untuk menarik pengunjung dalam kota maupun luar kota hal tersebut menjadikan nilai tambah untuk pengunjung dari dalam  namun disayangkan di Pantai Pulau Tiga Bio belum ada protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.

Padahal lewat protokol kesehatan bisa meningkatkan kualitas pariwisata selain itu hal tersebut meningkatkan keamanan para wisatawan bisa dilakukan dengan cara mengedukasi para wisatawan yang datang berkunjung, mengadakan pos khusus untuk mengecek suhu badan para wisatawan, mewajibkan wisatawan yang datang berkunjung untuk menggunakan masker, menyiapkan tempat untuk cuci tangan beserta sabun dan hand sanitizer serta menjaga jarak.

Dengan kerja sama dari semua pihak bisa memulihkan atau makin meningkatkan sektor pariwisata ke arah yang lebih bagus. (BBR)