Partai Baru Warnai Elektoral 2019

Admin
Partai Baru Warnai Elektoral 2019
ilustrasi foto : (net/IST)

PA N G K A L P I N A N G , BABELREVIEW -- Pertunjukan menarik nampaknya akan disajikan pada pemilu 2019, peran partai baru nampaknya akan mewarnai perjalanan pesta rakyat Indonesia tahun depan. Dosen Program Studi Ilmu Politik Fisip UBB, Novendra Hidayat SIP MSi mengatakan bahwa performa partai baru tentu akan menjadi menarik, setidaknya akan mampu mewarnai daya tarik elektoral pada 2019.

Menurutnya ada beberapa alasan , misalnya ini momentum bagi partai-partai baru untuk membangun konsolidasi sekaligus memperkuat citra partai bersaing dengan partaipartai lama yang sudah besar. “ Setidaknya momentum pembelahan atau fragmentasi elit di beberapa lingkaran elit parpol besar bisa menjadi angin segar bagi politisi di partai-partai baru untuk menarik citra publik yg terlanjur kecewa atau dibuat bingung oleh kisruh konflik politik antar elit ataupun masalah beban moral yang harus ditanggung parpol akibat ulah segelintir kader bermasalah mereka karena terjebak kasus korupsi, termasuk yang terkena kasus OTT baru-baru ini,” ujarnya.

Novendra menjelaskan meski partai  lama memiliki basis lebih kuat namun partai baru tentu harus terus membangun optimisme melalui sosialisasi yang masif ke lapangan tentang visi misi dan program kerja ke depan. Peran apa yang nanti bisa dilakukan secara optimal bisa dilakukan oleh parpol dan anggota legislatif ketika duduk di kursi perwakilan.

Ia menambahkan di Bangka Belitung sendiri karakter masyarakat yang cenderung memiliki potret yang nyaris sama dengan potret kontestasi di tingkat pusat, tentu keberadaan PDIP akan tetap berpeluang dalam perolehan suara nanti keberadaan PDIP masih sangat berpeluang dalam meraup suara disamping partai lainnya yang sudah berpengalaman pada gelaran elektoral seperti Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PPP, Nasdem dan Hanura juga memiliki peluang yang kurang lebih sama dalam perolehan suara nanti.

Hal ini terlihat dari pengalaman hasil pemilu 2014 lalu, serta berkaca dari pengalaman sejumlah pilkada serentak di Babel. Pun demikian, pemilih militan yang mndukung oposisi juga relatif signifikan perolehan suaranya di Bangka Belitung.

“Setidaknya figur Gubernur incumbent yang memiliki elektabilitas serta popularitas yang relatif ‘bagus’ di level akar rumput, tentu akan menjadi magnet elektoral tersendiri bagi Partai Gerinda untuk berebut mendulang perolehan suara bersama parpol-parpol besar lainnya. Untuk parpol baru, fenomenanya di Babel belumlah terlalu signifikan.

Artinya lagi perolehan suara tetap akan didominasi parpol-parpol besar,” ungkapnya. Kendati demikian, Partai baru jangan kecil hati karna apapun masih bisa terjadi dan partai baru juga punya  waktu melakukan Kampanye guna menggait suara pemilih.

Ia mengungkapkan tren kampanye melalui pendekatan personal yang mengakar dipandang lebih efektif disamping tentu inovasi dan kreatifitas kampanye dalam bentuk lain yang kian mengemuka hari ini melalui kampanye digital menjadi salah satu ruang efektif bagi kader partai baru untuk mulai  membangun citra positif partai yang bersemangat baru berjiwa pembaharu.

Medsos menjadi arena efektif untuk menarik perhatian milineal yg cenderung mulai melek politik beberapa wktu terakhir.Selain itu, komunikasi dialogis partai baru yang notabene banyak diisi anak-anak muda tentu akan menjadi peluang untuk merangkul banyak perhatian pemilih pemula, termasuk mereka yang sudah jenuh dengan performa politik kader-kader parpol lama.

“ Parpol baru tentu memiliki optimisme untuk meraup suara kelompok pemilih milinial yang berusia skitar 17-35 tahun. Setidaknya optimisme publik terkait momen elektoral 2019 akan jauh berbeda dan jauh lebih banyak perbaikan dan lebih akuntabel dibandingkan pengalaman pemilu 2014 yg lalu” ungkapnya lagi. Dengan optimisme tersebut akan menjadi modal politik penting bagi penggiat parpol baru untuk meneropong raihan suara pada tahun depan Di Babel sepertinya model pemilih rasional, ideologis, serta pemilih pragmatis tetap akan mewarnai pemilu serentak tahun depan.

“ Yang pasti, fenomena money politik tetap akan mewarnai pertarungan senyap para politisi dari berbagai partai. Walaupun sudah ada instrumen yang jauh lebih siap, khususnya pihak Bawaslu untuk secara aktif dan intensif melakukan pengawasan, tentu harus didukung kuat masyarakat luas, khususnya semua elemen. Paling tidak konteks ketokohan figur  di parpol, baik di pusat maupun di daerah tetap akan menjadi daya tarik bagi pemilih untuk memutuskan pilihannya nanti,” tandas sang dosen. (BBR)


Penulis : Diko
Editor   : Sanjay
Sumber :Babelreview