Pascasarjana IAIN SAS Babel Gelar Webinar, Bahas Nasib Pilkada Di Tengah Covid-19

Ahada
Pascasarjana IAIN SAS Babel Gelar Webinar, Bahas Nasib Pilkada Di Tengah Covid-19
Direktur Pascasarja IAIN SAS Babel, Dr Iskandar MHum. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Dalam kondisi pandemi covid 19, berbagai cara dilakukan perguruan tinggi untuk selalu eksis dan dapat menyelenggarakan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Salah satunya adalah Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, yang secara rutin dan berkala melaksanakan seminar nasional.

Untuk kali ini, seminar akan dilaksanakan pada hari jumat 12 Juni 2020 pukul 09.20 sampai dengan selesai.

Pelaksanaan kegiatan saat ini, memang tidak bisa dilakukan tatap muka di dalam ruangan tertutup dalam jumlah yang cukup besar.

Hal ini tentu harus dilakukan dengan cara online sebagaimana disarankan pemerintah selama ini dalam kondisi panemi covid 19.

Masa pandemi ini membuat semua perguruan tinggi harus kreatif dalam menyelenggarakan kegiatan agar tugas dan fungsinya tetap berjalan dengan baik.

"Demikian halnya kita di Pascasrjana IAIN SAS BABEL. Kita menyelanggarakan dengan webinar nasional atau via zoom profesional," ungkap DR Iskandar M HumI, Direktur Pasca Sarjana IAIN SAS Babel, Rabu (10/6/2020).

Tema kegiatan seminar ini mengusung  tentang Pilkada di Tengah Pusaran Covid-19 "Antara Harapan dan Tantangan".

Kegiatan kali ini mengadirkan pembicara nasional dan regional seperti Keynote speaker oleh Prof Dr Hatamar Rasyid MAg yang Guru Besar IAIN SAS BABEL.

Nara sumber lainnya adalah Zulfikar Arse Sadikin MSi  Anggota Komisi II DPR RI, Rahmat Bagja SH LLM Komisioner Bawaslu RI, Didit Srigusjaya SH MH Ketua DPRD Babel dan Dr Iskandar MHum Direktur Pasca Sarjana IAIN SAS Babel.

Sementara itu moderator adalah Jafri SPD SI  Komisioner Bawaslu Babel dan Host Novrian Saputra Komisioner Bawaslu Kota Pangkalpinang.

Dijelaskan Direktur Pascasarjana IAIN SAS Banel Dr Iskandar MHum, kegiatan webinar ini sudah yang kedua kalinya dan akan dilaksanakan 2 kali dalam sebulan dengan tema yang berbeda.

"Tema saat ini kita ambil tentang pilkada, ya. Ini sedang kita hadapi dimasa pandemic, banyak hal yang menjadi perhatian bangsa kita terkait penyelenggaraannya antara harapan dan tantangan. Kita sadari juga sampai saat ini Bawaslu belum mengeluarkan peraturan tentang pengawasan pelaksanaan pilkada di masa pandemic. Maka saya pikir ini momentum kita untuk memberikan rekomendasi kepada bawaslu dari hasil seminar ini. Setidaknya kita berperan memberikan masukan untuk bangsa ini," papar Iskandar.

Disisi lain, kata Iskandar, kita menyadari saat ini bantuan-bantuan banyak sekali di masa covid.

Memang belum masuk tahapan, namun mana yang boleh dan mana yang tidak boleh terindikasi ada hubungan dengan pilkada dimasa ini harus jelas.

Maka harapannya DPRD-DPRD baik provinsi maupun kabupaten kota menjadi pengawas atas ini sebelum adanya aturan yang dibuat bawaslu, pengawasan tetap di legislative.

"Jangan sampai nanti tidak ada pengawasan. Semoga seminar ini memberikan pandangan-pandangan pengawasan yang bermanfaat bagi bangsa dan Negara ini," tukas Iskandar. (*/BBR)
Laporan: @hada