Pedagang Mainan Berjualan di Bahu Jalan, Warga Ngadu ke DPRD

Kasmirudin
Pedagang Mainan Berjualan di Bahu Jalan, Warga Ngadu ke DPRD
Pedagang mainan yang berjualan di bahu Jalan Kampung Melayu Pangkalpinang. (Foto: Gusti Randa)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady mengatakan, pihaknya mendapatkan keluhan dari masyarakat, terkait banyaknya penjual mainan di sepanjang Jalan Kampung Melayu, tepatnya sebelum TPU Bukit Lama,  Kelurahan Bukit Sari, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang.

Pasalnya, para pedagang mainan ini menggelar dagangannya sampai memakan bahu jalan, sehingga menganggu para pengendara melintas di kawasan itu.

"Jelas hal tersebut perlu ditertibkan, karena telah melanggar Perda peruntukkan jalan dan ketertiban umum. Jalan tersebut tidak begitu besar jika ditambah dengan pedagang mainan yang menggelar dagangannya hingga sampai ke jalan, tentu ini akan semakin menimbulkan potensi kemacetan,"ungkap Rio, Senin (22/2/2021).

Rio menambahkan, jika pada hari Sabtu dan Minggu ditambah dengan banyak yang parkir di pinggir jalan, maka luas jalan yang dapat digunakan untuk lalulintas kendaraan pun semakin sedikit.

"Kami berharap Pemkot Pangkalpinang, dalam hal ini adalah Dinas Perhubungan dan Satpol PP dapat segera menertibkan para pedagang tersebut. Agar secepatnya di relokasi atau kita minta untuk mengikuti aturan bahwa dagangan yang digelar tidak sampai mengganggu pengguna jalan,"ujarnya.

Rio juga meminta, pihak terkait untuk mengecek lokasi tersebut,  apakah ada izin  untuk menggunakan bahu jalan mengingat tempat tersebut adalah jembatan sekaligus drainase yang tertutupi oleh para pedagang mainan.

"Khawatir akan menimbulkan genangan air atau banjir jika curah hujan tinggi dan air laut pasang, sebelum hal ini dijadikan sesuatu hal yang biasa, saya kira sebaiknya di tertibkan sejak sekarang," pintanya.

Rio juga menyebutkan, apabila hal ini terlalu lama dibiarkan, dikhawatirkan para pedagang di Kota Pangkalpinang mengganggap berjualan hingga ke bahu jalan diperbolehkan, pada dasarnya tidak diperbolehkan.

"Saya kira bukan hanya pedagang mainan saja, tetapi bedakan secara umum yang menggelar dagangannya hingga sampai ke bahu jalan. Saya kira inilah momentum untuk melaksanakan penegakan Perda dan aturan yang memang kita utamakan kepentingan orang banyak sebagaimana tujuan dari Perda itu sendiri," harap Rio. (BBR)


Penulis : Gusti Randa

Editor   : Kasmir