Pelajar SLB Ini Curhat Kalau Penyandang Disabilitas Sulit Masuk Perguruan Tinggi

kasmirudin
Pelajar SLB Ini Curhat Kalau Penyandang Disabilitas Sulit Masuk Perguruan Tinggi
Dialog pendidikan yang digelar pada kegiatan Gebyar Pendidikan SMA/SMK/SLB Bangka Belitung 2019 di Alun-alun Taman Merdeka, Kamis (2/5/2019). (Foto: Irwan)

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW.CO.ID -- Pelajar SLB Negeri Pangkalpinang, Rian Afandi berharap kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan Bangka Belitung untuk lebih memperhatikan nasib penyandang disabilitas, terutama memberi kesempatan pada saat ingin masuk perguruan tinggi.

Hal itu dikatakan Rian dalam dialog pendidikan dengan tema “Mempersiapkan Generasi Milenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0” pada kegiatan Gebyar Pendidikan SMA/SMK/SLB Bangka Belitung 2019 di Alun-alun Taman Merdeka, Kamis (2/5/2019).

Rian menceritakan nasib teman-temannya sesama penyandang disabilitas, kesulitan ketika ingin masuk perguruan tinggi. Padahal mereka punya keinginan yang besar untuk dapat duduk di bangku kuliah dan menggapai cita-citanya.

“Saya punya harapan dan tujuan kepada pendidikan di Bangka Belitung, saya ingin meneruskan ke perguruan tinggi. Karena di Babel sangat minim untuk menerima, jadi saya ingin anak disabilitas diterima di perguruan tinggi. Teman saya ada yang tidak diterima di beberapa perguruan tinggi, hanya di UT dia bisa diterima,” ujar Rian.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung M Soleh mengatakan, bahwa setiap orang mempunyai peluang dan hak yang sama untuk mendapat pendidikan, termasuk penyandang disabilitas.

M Soleh menegaskan, agar perguruan tinggi di Bangka Belitung tidak menolak apalagi dengan alasan karena disabilitas.

“Berilah peluang karena pendidikan untuk mengubah diri mereka selain mereka punya keahlian. Kalau mereka ingin jadi guru pasti punya rasa memiliki yang tinggi. Pemerintah saja memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk menjadi ASN, jadi perguruan tinggi juga harus memberi kesempatan,” jelas M. Soleh. (BBR)


Penulis  : Irwan  
Editor    : Kasmir
Sumber  : Babel Review