Pemda Harus Miliki Cadangan Pangan Guna Hadapi Musim Kemarau

kasmirudin
Pemda Harus Miliki Cadangan Pangan Guna Hadapi Musim Kemarau
Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah. (Foto: Istimewa)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah memimpin rapat sekaligus mendengarkan paparan terkait penguatan cadangan pangan pada Selasa (2/6/2020), di ruang rapat wakil gubernur Babel.

Rapat ini diikuti oleh Kepala Dinas Pertanian Babel, Juaidi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Babel, Damiri dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel, Sunardi. Sebelumnya, Abdul Fatah menyatakan bahwa Pemprov Babel menerima surat dari Kementerian Pertanian yang mengharapkan, agar seluruh pemda baik tingkat provinsi, kabupaten, maupun tingkat desa mempunyai cadangan pangan guna menghadapi musim kemarau ke depannya.

Untuk itu, ia ingin mengetahui kondisi kebutuhan konsumsi pangan terutama beras dalam kurun waktu satu bulan dan satu tahun.

"Harus tahu dulu rata-rata kebutuhan konsumsi pangan, kemudian kemampuan produksi kita, dan kemudian mengoptimalisasikan cadangan pangan melalui program yang kita bangun saat ini. Tetapi  apabila kita telah berupaya namun kebutuhan masih kurang, kita harus menyusun langkah-langkah yang harus kita lakukan guna mempersiapkan cadangan kebutuhan pangan terutama beras," ujarnya.

Dari paparan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian Babel, Juaidi, terkait kondisi cadangan beras pemerintah berdasarkan kondisi 30 Mei kemarin, dirinya menilik jumlah data penduduk Bangka Belitung yang dirilis oleh BPS yakni sebanyak 1.517.590 jiwa , dengan kebutuhan beras per bulan total 6.356 kg.

Juaidi menjelaskan, bahwa kebutuhan konsumsi beras tiap kabupaten di Bangka Belitung ini berbeda-beda. Konsumsi beras paling tinggi yakni Kabupaten Bangka Barat, sedangkan konsumsi beras terendah yaitu Kota Pangkalpinang. Untuk konsumsi beras per tahun rumah tangga sebesar 76.272 kg, ini berdasarkan data Susenas Maret 2019.

"Jadi total kebutuhan cadangan beras Bangka Belitung yakni 115.751 ton per tahun, kita mengalami defisit 79.144 yang kemudian kebutuhan ini dipenuhi salah satunya dari bulog. Selanjutnya disiapkan cadangan beras sebanyak 578,75 ton per tahun, dan sesuai dengan amanah Permentan, yaitu sebanyak 20 % cadangan ini harus dipenuhi oleh pemerintah yakni sebanyak 89,24 ton," ungkapnya.

  • Halaman
  • 1
  • 2