Pemda Tidak Punya Hak Menutup Bandara, Ini Penjelasan Manager Bandara Depati Amir

diko subadya
Pemda Tidak Punya Hak Menutup Bandara, Ini Penjelasan Manager Bandara Depati Amir
Foto Instagram @depatiamirairport

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Desakan masyarakat kepada pemerintah provinsi Bangka Belitung untuk menutup sementara arus Bandara dan Pelabuhan menjadi perhatian. Apalagi surat Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil yang berisi himbauan kepada Gubernur, Erzaldi perihal penutupan bandara telah menyebar ke masyarakat yang kemudian menimbulkan perdebatan.

Menanggapi hal tersebut, Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Muhammad Syahril mengatakan terkait mengenai penutupan arus bandara baru bisa dilakukan atas instruksi atau surat dari Menteri Perhubungan dan tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

" Pemda gak bisa wewenang untuk menutup bandara, pemda harus terlebih dahulu mengajukan ke Kementrian Perhubungan dan surat untuk penutupan bandara harus dikeluarkan langsung oleh Kementrian Perhubungan sesuai dgn Surat nomor : HK.104/3/1/DRJU.KUM-2020 Perihal penutupan Bandar udara/ pembatasan penerbangan tanggal 24 Maret 2020," katanya.

Dia menjelaskan, Pemerintah Daerah hanya bisa menyampaikan permohonan kepada Kemenhub untuk melakukan penutupan itu, selebihnya menjadi otoritas Kemenhub. Lebih jauh, Syahril menuturkan setiap bandara berkaitan dengan satu bandara ke bandara lain yang ada di Indonesia, sehingga sulit jika ada satu saja bandara yang tidak beroperasi karana akan berpengaruh terhadap penerbangan.

" Bandara Depati Amir, bisa jadi Bandara Alternatif (Alternate Aerodrome) untuk pesawat-pesawat yang bermasalah saat terbang, jika bandara kita tutup dan masih ada pesawat bandara yang terbang Ia tidak bisa mendarat dan berbahaya dengan penerbangan," ungkapnya.

Selain itu, Ia juga menjelaskan penerbangan di Bandara Depati Amir bukan hanya untuk mengangkut orang saja, tapi terkait juga dengan kebutuhan logistik sedangkan di Bandara Depati Amir tidak ada penerbangan khusus kargo, jadi untuk bawa logistik harus menggunakan pesawat reguler.

" selama ini pesawat reguler lah yang membawa orang sekaligus Kargo karenanya gak segampang itu menutup bandara banyak pertimbangannya, jadi masyarakat harus tau juga kalalu kita tutup bandara apalagi kita kepulauan, kebutuhan logistik kita pakai apa," jelasnya.

" Saran kami untuk Pemda bisa bersurat ke airline, tapi lebih jelasnya kita akan rapat dan saya sampaikan ke Pemerintah, yang jelas mau menutup bandara tidak bisa langsung harus mengajukan surat ke Menhub, dan saya sampaikan sampai saat ini Bandara Depati Amir tidak tutup dan masih beroperasi seperti biasa," Pungkasnya (BBR)

Laporan Diko Subadya.